Articles by "Pendidikan"
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Sertifikasi dosen menjadi tanda seorang dosen tersebut profesional, memiliki integritas, bermoral tinggi dan berdaya saing. Sertifikasi dosen merupakan uji kompetensi bagi dosen yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional. Untuk mendapatkan sertifikasi dosen, dosen yang telah bekerja selama 2 tahun harus memenuhi penilaian yang mencukupi.

Menurut Kepala Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Ketenagakerjaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII, Sudaryanto, gagalnya para dosen ini di antaranya karena rendahnya nilai deskripsi diri, nilai gabungan seperti Bahasa Inggris, dan nilai kompetensi.

Secara nasional 1.580 dosen dari 4.512 dosen dinyatakan tidak lulus karena nilainya rendah. Sedangkan di wilayah Kopertis VII terdapat 116 dosen dari 401 dosen yang tidak lulus.

“Ada yang gara-gara plagiat sehingga nilai gabungannya rendah. Ada juga karena nilai bahasa Inggrisnya,” jelasnya kepada reporter SURYA.co.id, Sulvi Sofiana, Rabu (17/8/2016). Dikatakannya, sebagian besar penyebab gagalnya para dosen itu karena copy paste atau plagiat saat mendeskripsikan diri mereka.

Deskripsi diri merupakan tulisan naratif. Isinya gambaran tentang mengenai diri mereka, bagaimana mereka kelak, dan mau seperti apa. Padahal hal ini sebagai dasar penggambaran diri seseorang.

“Untuk ikut sertifikasi dosen juga diajukan universitas baru diserahkan ke kami dan diajukan ke kemenristek. Yang tidak lulus nanti bisa daftar lagi tahap kedua,” terangnya. Sertifikasi dosen ini, lanjutnya, sudah berjalan sejak tahun 2008. Dosen yang lulus sertifikasi, selanjutnya menerima tunjangan sertifikasi dengan besaran yang sudah disetarakan antara dosen PNS ataupun dosen yayasan.

“Penyetaraan biasanya penyetaraan pangkat. Misalkan golongan 3 b, merupakan dosen awal, untuk masa kerja 2 tahun, tunjangannya disetarakan dengan gaji pokok PNS sebesar Rp 2.491.700, tiap bulannya,” terangnya.

Rektor Universitas Widya Kartika Surabaya, Murpin Josua Sembiring, juga mengungkapkan rendahnya nilai gabungan membuat 1 dari 5 dosen yang diusulkan gagal mendapat sertifikasi.

“Kalau dosen saya nilai bahasa Inggrisnya rendah. Nanti kami ajukan lagi,” lanjutnya.
Dari sekitar 75 dosen di kampusnya, menurutnya masih ada dosen yang belum mendapat sertifikasi dengan anggapan tunjangannya tidak seberapa besar. Hanya, Murpin tetap mewajibkan dosennya untuk mengikuti sertifikasi saat sudah memenuhi syarat.

“Wajib sebagai bentuk kepastian kemampuan dosen itu dalam mendidik dan kompetensinya. Kalau sejak saya memimpin tahun 2013 sudah ada 17 dosen yang mendapat sertifikasi,” lanjutnya. surya.co.id
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

JANGKAR (Ajang Karya Tulis Ilmiah Nasional)

Tema:
Teknologi Tepat Guna Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Dan Kelautan Demi Tercapainya Kesejahteraan Masyarakat Pesisir.

Sub Tema:
1. Budidaya Perairan
2. Teknologi Penangkapan Ikan
3. Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan
4. Manajemen Sumber Daya Perikanan dan Kelautan

Timeline:
Pendaftaran:
  • Gel 1 = 20 Juli - 18 Agustus
  • Gel 2 = 19 Agustus - 9 September
  • Gel 3 = 10 September - 26 September
  • Tahap Seleksi : 27 September - 20 Oktober
  • Pengumuman Finalis : 21 Oktober
  • Konfirmasi Kedatangan : 27 Oktober
  • Presentasi Finalis : 12 November

Hadiah:
  • Juara 1 - 2.000.000 + sertifikat + buku abstrak koi
  • Juara 2 - 1.500.000 + sertifikat + buku abstrak koi
  • Juara 3 - 1.000.000 + sertifikat

More info:
  • Line = @oxi9603s
  • Instagram = semnaslkti2016
  • Facebook = Semnas Lkti Fpk Unair
  • Web = http://event.fpk.unair.ac.id
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Mendikbud Muhadjir Effendy melempar gagasan soal full day school atau sekolah sehari penuh bagi siswa SD dan SMP, yang kemudian menjadi kontroversi. Bagaimana menurut mantan Mendikbud Anies Baswedan soal gagasan tersebut?

"Saya tidak mau mengomentari kebijakan pejabat baru," kata Anies saat berbincang dengan detikcom, Selasa (9/8/2016). Anies merasa tak elok ikut-ikutan berkomentar terhadap gagasan penerusnya. Gagasan Mendikbud soal memperpanjang durasi waktu anak di sekolah mendapat tanggapan yang beragam di masyarakat. Ada yang setuju, namun tak sedikit yang menolak dan berujung kritik.

Menanggapi banyaknya kritik, Muhadjir mengaku senang dengan sikap kritis masyarakat. Dia menegaskan, ide itu akan dikaji dan diuji. Tak akan diterapkan jika ditemukan banyak kelemahan. "Ini kan masih sosialisasi, melontarkan gagasan. Kita ingin dapat masukan. Saya justru kalau ada orang yang baru diberi tahu langsung terima, malah curiga. Ini berarti tanda masyarakat kritis, masyarakat bagus. Saya juga senang kalau nanti ide itu diuji betul, sehingga nanti betul-betul mateng," kata Muhadjir di Restoran Batik Kuring, Jalan Widya Chandra, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2016).

Muhadjir menegaskan, dirinya dan jajarannya akan betul-betul mengkaji ide full day school tersebut. Pakar-pakar akan diundang untuk dimintai pendapat. "Tapi intinya begini, saya tidak mau berpanjang-panjang. Ini baru ide. Saya terima kasih atas respons masyarakat dan kami akan susun yang lebih menyeluruh yang lebih utuh. Nanti akan saya sampaikan lagi ke masyarakat. Nanti biar ada uji. Kalau memang kira-kira dilanjutkan, mana yang akan kita sempurnakan, kita sempurnakan. Kalau tidak (batal diterapkan-red), tidak apa-apa, nanti kita tarik. Saya akan coba mencari pendekatan lain," papar Muhadjir.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Perkataan terima kasih di sampaikan pada seseorang siswi SMP Putri Luqman Al-Hakim oleh seseorang ibu yang terima bingkisan jilbab darinya. "Terima kasih yaa nak," tutur ibu pengendara bermotor,"

Didampingi guru-guru mereka yang kenakan pakaian warna hijau, mereka membagikan jilbab dan mengangkat spanduk serta poster tanda menampik perayaan Valentine's Day 14 Februari yang akan datang.

Yuni, guru mereka, menyampaikan 72 orang siswi dari kelas 7, 8, serta 9 menebar di lima titik lampu jalan raya serta gedung-gedung di ruang Kebun Bibit Bratang, Surabaya, Jumat (12/2/2016) pagi.

Sejumlah 180 jilbab diberikan pada beberapa orang yang berhenti di jalan waktu lampu merah serta yang tengah ada di sekitaran Kebun Bibit. Mereka mendatangi satu persatu wanita untuk memberi jilbab.

Aktivitas ini berjalan sampai jam 12.30 siang nanti serta disudahi dengan acara didalam ruang Kebun Bibit Bratang Surabaya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Pepatah lama mengatakan satu photo bicara laksana seribu kata. Tak tahu pepatah itu terlalu berlebih atau tidak, kenyataannya photo masih menjadi hal yang menarik. Karena tidak salah bila pameran photo jadi hal yang kerap memperoleh animo.

Seperti dilakukan sembilan mahasiswa Kampus Dr Soetomo (Unitomo) yang tergabung dalam Unit Aktivitas Mahasiswa (UKM) Chipoc, yang disebut singkatan dari Communication Photography Club. Walau pameran itu sudah selesai dua hari kemarin, Rabu (24/9/2015), sang rektor, Bachrul Amiq, mengharapkan photo terus dapat jadi hiasan di dinding-dinding lokasi-lokasi universitas.

Bahkan juga, pihak universitas bakal memfasilitasi serta membiayai photo yang akan dijadikan pajangan abadi itu. Tetapi, photo itu harus penuhi sebagian prasyarat. Salah satunya yaitu memiliki kandungan unsur keindahan. Dengan demikian, tak semua photo dapat jadi hiasan dinding Unitomo.

"Bila mahasiswa sudah lulus, mereka terus mempunyai kenang-kenangan. Karya mereka, diluar karya akademik tentu, dapat terus dipandang oleh beberapa mahasiswa yang ada di universitas," tuturnya. Salah satu mahasiswa, Ridho Fikri, bahkan juga pernah bikin photo sang rektor dengan tehnik scraching.

"Itu merupakan tehnik melukis dengan goresan jarum pada film negatif. Kemudian, film negatif di-scan serta lalu diciptakan. Kurang lebih seperti itu teorinya," kata dia. Sampai kini, komunitas Chipoc memanglah gencar bereksperimen dengan tehnik fotografi lawas. Itu penyebab, gambar sang rektor juga di proses dengan tehnik itu.

Selain rektor, Ridho juga bikin photo Dr Soetomo, pahlawan nasional, dengan tehnik sama. "Kami di UKM bangga dapat menerapkan segala teknik lama. Terkecuali tehnik scraching, ada pula langkah bersihkan photo di kamar gelap," tutur mahasiswa semester 3 Fakultas Pengetahuan Komunikasi (Fikom) itu.

Karenanya, tidak sering juga Chipoc jadi jujukan diskusi serta belajar komunitas fotografi diluar universitas Unitomo. Salah satu yang pernah bikin komunitas lain mau belajar terlebih waktu Chipoc mulai mengenalkan kembali trend fotografi dengan kamera lubang jarum.

Rektor memberikan, usulannya perihal photo di dinding-dinding universitas mesti secepatnya direalisasikan beberapa anggota komunitas. Karena, ia tidak mau animo itu terlambat lantaran banyak hal.

Ia merekomendasikan beberapa mahasiswa berkonsultasi bila ada kendala dalam pengerjaannya. Dengan demikian jalan keluar dapat di cari. "Intinya, mahasiswa cuma harus memberi karya paling baik. Bila sudah itu, tinggal kasih judul, beri gambaran, nama pembuat, serta angkatan berapakah. Masalah pendanaan, serahkan pihak universitas," terangnya.

Ridho mengharapkan, dengan support dari sang rektor, mahasiswa bakal semakin banyak berhimpun pada UKM Chipoc. Ia tidak hafal benar berapakah jumlah anggota yang aktif. Tetapi, pada acara pameran itu, sembilan fotografer bersumbangsih. Mereka mendatangkan 44 photo dengan beragam jenis tema.