Articles by "Gresik"
Showing posts with label Gresik. Show all posts
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Sekitar 200 warga negara asing (WNA)  yang diduga pekerja ilegal kini telah menyerbu Jatim. Namun kedatangan mereka telah melanggar aturan keimigrasian. Saat ini, Pemprov Jatim memperketat pengawasan mereka. Apalagi, para tenaga kerja itu diyakini telah menyebar ke wilayah Jatim.

"Ada sekitar 200 WNA berdatangan melalui Bandara Juanda. Mereka diduga melanggar keimigrasian," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), usai menerima Wakil Duta Besar Prancis di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (16/12/2016).

Para WNA tersebut tidak diketahui secara jelas identitasnya . Dengan kata lain, mereka masuk secara illegal. Dokumen dan identitas mereka belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Data itu adalah yang masuk melaluI Bandara Juanda. Belum WNA pekerja asing yang masuk melalui bandara lain. Atau juga yang tiba dengan kereta api di Jatim.

"Tahu-tahu para WNA itu telah diketahui melakukan overstay di Jatim. Mereka masuk dengan visa kunjungan wisata," kata Gus Ipul.

Meski visa wisata, ternyata banyak di antara mereka yang memanfaatkannya untuk bekerja. Terakhir diketahui ada puluhan pekerja asing bekerja di pabrik pupuk di Gresik.

Seharusnya, mereka datang dengan dokumen yang lengkap dan bisa dipertangungjawabkan. Seharusnya mengantongi visa kerja.

Saat ini, Pemprov Jatim bersama tim gabungan dari Kementerian Hukum dan HAM, dari kepolisian, dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) tengah berkoordinasi. Selain mengawasi dan memperketat gelombang kedatangan WNA di Jatim juga telah melakukan sweeping.

Para WNA yang overstay itu tidak dibenarkan bekerja di Jatim. Padahal sesuai aturan, tidak boleh tenaga kerja asing bekerja di Indonesia tanpa mengantongi berkas izin dari pemerintah pusat, dan juga izin dari pemerintah daerah.

Terlebih hanya dengan visa kunjungan wisata. "Kami masih terus gali, seperti yang terjadi Gresik itu. Apakah mereka memang tenaga ahli atau bukan," kata Gus Ipul.

Selain kelengkapan dokumen keimigrasian, mereka harus dimonitor karena bisa mengancam tenaga kerja lokal. Kalau mereka tidak punya berkas akan kena sanksi.

Sanksi yang terberat adalah sanksi deportasi. Pihak imigrasi akan melakukan pemulangan paksa pada tenaga kerja asing illegal tersebut.

Seperti tahun 2015 lalu, Jawa Timur sudah memulangkan paksa tenaga kerja asing sebanyak 14 orang. Untuk tahun 2016, dikatakan Gus Ipul saat ini masih direkap. “Kami berharap mudah-mudahan WNA yang melanggar berkurang. Pekerja asing ilegal juga harus diminimalisasi dengan pengawasan ketat," tambah Gus Ipul.

Diharapkan, ada peran aktif dari masyarakat ikut memonitor WNA. Jika ada WNA yang bekerja dalam waktu yang lama dan tidak bisa berbahasa Indonesia maka harus dilaporkan.

Baik lapor ke pemerintah daerah setempat maupun ke pemerintah provinsi. Sebab sesuai aturan, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia. Saat ini laporan resmi yang sudah masuk disampaikan ada 70 WNA yang masuk ke Jatim. Namun separo dari jumlah tersebut tidak lengkap berkas perizinannya. Saat ini kasus tersebut sedang ditindaklanjuti.

Secara nasional, ada sebanyak 2 juta tenaga kerja dari Tiongkok yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Dan dari jumlah itu pasti ada sekian persen yang tidak beres izinnya.

Disnakertransduk Jatim melaporkan bawa terdapat pelanggaran. Ada yang belum punya izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan separuhnya masih dalam proses perpanjangan.

Disnakertransduk Provinsi Jatim mengakui ada 76 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Wuhan Engineering. Mereka inilah yang menggarap proyek di pabrik Urea dan Amoniak milik salah satu BUMN di Gresik.

Sejak April hingga November  2016 ada TKA 76 orang asal China. Perusahaannya ada tiga kontraktor. "Pada Juni 2016 tim kami sudah turun melakukan pengawasan," kata Kadisnakertransduk Jatim Sukardo.

Hasil pengawasan pihaknya diketahui bahwa dari 76 orang TKA itu, untuk izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih berlaku hanya 32 orang TKA. Sedangkan sisanya 44 orang TKA masih proses perpanjangan alias masih diurus. Disnakertransduk juga men-sweeping mereka.

Sukardo menegaskan, tim pengawas sudah turun melakukan pemeriksaan apakah ada kesesuaian IMTA dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Akhir tahun 2016 menjadi momen paling menyenangkan bagi Pemkab Gresik. Bagaimana tidak, memasuki pergantian tahun ini, berbagai penghargaan tingkat nasional terus mengalir ke Kota Pudak.

Yang terbaru, Pemkab Gresik menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2015 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

Penghargaan Nasional yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani diserahkan kepada Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di sela acara penyerahan dokumen daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2017 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (16/12/2016).

Artinya, di bidang pengelolaan keuangan saja, selama bulan Desember ini Gresik sudah menerima dua penghargaan tingkat nasional. Beberapa waktu lalu, Gresik baru saja menerima penghargaan Rakca dari Presiden Joko Widodo.

“Penghargaan diterima Pemkab Gresik kali ini karena dinilai berhasil dalam menyusun laporan keuangan yang meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2015,” ujar Wabup Qosim usai menerima penghargaan.

Menurut dia, keberhasilan tersebut sebagai wujud komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di Gresik. “Tentunya, komitmen tersebut juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas pada pengelola keuangan dalam melaksanakan sistem manajemen keuangan yang semakin baik,” lanjutnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Yetty Sri Suparyatie, mengaku bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mempertahankan berbagai prestasi yang diraihnya itu.

Alasannya, penghargaan ini dapat memotivasi jajaran pengelola keuangan dalam menyusun laporan keuangan sesuai kaidah-kaidah akuntansi yang dipersyaratkan. “Selain laporan keuangan yang tepat waktu. Saat ini dalam pengelolaan keuangan Pemkab Gresik sudah e-audit dengan BPK. Dan Sistem Informasi penganggaran Keuangan Daerah (SIPKD) yang sudah online,”  urainya.

Disampaikannya pula, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Gresik banyak melakukan reformasi birokrasi terutama dalam pengelolaan keuangan. “Perubahan dasar dalam pengelolaan keuangan Pemerintah, yang dulu berbasis kas saat ini berbasis akrual. Hal ini dilakukan agar dalam tata kelola keuangan tersebut lebih baik dan lebih transparan sehingga lebih transparan dan akuntabel,” sambung dia.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Kendati demikian, belum semua wilayah yang berbatasan dengan Bengawan Solo di Gresik dibangun tanggul, seperti di beberapa daerah lain. Padahal, keberadaan tanggul terbukti mampu mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo.

“Di beberapa titik di Kecamatan Dukun, Gresik sudah dibangun tanggul, tapi tidak tahu kenapa kok proyek itu tidak berlanjut ke daerah-daerah lain yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo,” ujar Soleh, seorang warga di Kecamatan Bungah. “Kalau ada tanggul, tentunya banjir tidak sampai separah seperti sekarang ini. Ketika air Bengawan Solo meluap sedikit saja, langsung meluber ke perkampungan warga dan berbagai area pertanian,” sambungnya.

Wilayah Gresik Utara yang dilintasi Bengawan Solo terhitung panjanganya mencapai sekitara 25 meter. Itu termasuk wilayah Kecamatan Dukun, Bungah, hingga Kecamatan Ujungpangkah. Hampir setiap tahun, terutama saat musim hujan, warga harus terbiasa dengan luapan air yang menggenangi perkampungan mereka lantaran belum ada tanggul. Desakan agar pembangunan tanggul di Gresik segera dituntaskan juga muncul dari Pemkab Gresik.

Bupati Sambari Halim Radianto juga mengaku terus mendesak pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk segera menuntaskan tanggul di Gresik. “Gresik masuk daerah aliran sungai Bengawan Solo. Dan kami terus berkoordinasi dengan BBWS selaku pengelola Bengawan Solo, agar segera menuntaskan tanggulnya,” ungkap Bupati Sambari.

Menurut dia, untuk mengatasi banjir yang sering terjadi seperti sekarang ini, yang paling mendesak adalah pembangunan tanggul di sepanjang Bengawan Solo. Untuk Gresik, pihaknya meminta agar proyek tanggul yang sudah segera diselesaikan.

“Sampai saat ini tanggul yang terbangun baru sekitar 25 persen dari total tanggul yang direncanakan. Yang sudah terbangun adalah tanggul di Desa Karang Cangkring dan Sekar Gading, itupun cuma parsial,” lanjut Sambari.

Hal senada disampaikan kalangan DPRD Gresik. Dewan juga mendesak agar tanggul di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo di Gresik secepatnya dituntaskan. “Ini harus disegerakan. Supaya warga tidak menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan,” kata Ketua Komisi C DPRD Gresik, M Syafi’Am.

Sampai sekarang, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Gresik masih belum surut. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Senin (5/12/2016), terpantau ada 11 Desa di Kecamatan Dukun dan 12 Desa di Kecamatan Bungah yang terendam banjir. Puluhan rumah, jalan desa, dan area pertanian di sana masih kebanjiran sejak air meluber, Minggu (27/11/2016) lalu. Dan selain dua Kecamatan tersebut, Banjir juga menggenangi Desa Pangkah Kulon di Kecamatan Ujung Pangkah, dan Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Warga Kecamatan Driyorejo, unjuk rasa PT Miwon Indonesia Tbk menuntut warga sekitar perusahaan dipekerjakan. Mereka bahkan meminta 50 persen warga setempat pekerjanya. Warga menganggap selama ini PT Miwon masih kurang menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

Demo dilakukan di depan perusahaan dengan membawa mobil pikap untuk sound sistem. "Warga meminta agar perusahaan PT Miwon mengambil tenaga kerja dari warga sekitar perusahaan. Warga sudah banyak yang lulus SMA dan perguruan tinggi. Mereka bisa dilatih dengan keterampilan yang diperlukan pabrik," kata Aris Gunawan, warga Kecamatan Driyorejo, yang mendampingi warga, Senin (5/12/2016).

Akhirnya itu akhirnya disetujui perusahaan PT Miwon. "Pihak perusahan menyetujui atas tuntutan warga dan kesepakatan ditandatangani pihak perusahaan dengan pengurus desa yang diwakili Kepala Desa dan pengurus RT dan RW Dusun Karangloh," imbuhnya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Kalangan DPRD Gresik menilai upaya penegakan Perda di Kota Pudak masih lemah. Satpol PP sebagai aparat penegakan perda, maupun sejumlah SKPD (satuan kerja perangkat daerah) lain, dianggap belum maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Alhasil, di sana-sini masih banyak pelanggaran Perda yang salah satu dampaknya adalah merosotnya pendapatan daerah.

Misalnya tentang IMB, banyak perusahaan yang sudah beroperasi tanpa mengantongi izin ini, sehingga potensi pendapatan dari sektor ini banyak menguap. Contoh lain ada di sektor parkir. Karena dianggap kurang maksimal dalam menggali potensi dan pengawasan, pendapatan dari sektor ini merosot tajam pada tahun 2016.

"Juga banyak lagi beberapa potensi pendapatan yang menguap karena penegakan Perda masih lemah," kata Jumanto, juru bicara fraksi PDI-P DPRD Gresik. Harusnya, kata dia, Satpol PP bisa lebih intens dalam melakukan penegakan perda.

Termasuk dengan lebih sering melaksanakan Sidak dan turun langsung ke lapangan untuk memantau potensi-potensi pelanggar perda. Jika ada pelanggaran, harus segera ditindak tegas. "Kami juga menyarankan kepada Pemkab Gresik untuk membentuk tim khusus guna menggali potensi PAD (pendapatan asli daerah), serta melakukan pengawasan terhadap potensi pendapatan yang menguap," sambung Jumanto.

Pembentukan tim khusus ini, dijelaskan dia, sebagai usaha peningkatan penerimaan dari sektor PAD. Tim khusus yang menangani peningkatan PAD yang terdiri dari lintas SKPD yang memiliki potensi PAD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik dan nantinya terfokus pada setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik.

"Khusus potensi pajak daerah dari sektor retribusi izin bangunan dan pengusaha jasa parkir yang potensi PAD-nya besar, kami menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Gresik melalui dinas terkait segera memfasilitasi pembentukan asosiasi pengusaha di bidang perumahan-perumahan kecil atau cluster dan pengusaha parkir untuk mempermudah upaya eksplorasi retribusi di sektor ini," lanjutnya.

Tak lupa, dirinya juga menyinggung terus meningkatnya jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Gresik. Pengawasan dan pendataan terhadap seluruh perusahaan yang mempekerjakan TKA harus lebih ketat, agar retribusi dari sana tidak melayang.

Menanggapi sejumlah kritik dari kalangan dewan, Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim mengaku siap mengordinasikannya dengan Dinas-dinas di Pemkab Gresik. "Semua instansi di lingkungan Pemkab Gresik akan kami imbau agar memperhatikan saran dan masukan dari dewan. Khususnya, dalam upaya penegakan Perda guna mendongkrak PAD," jawabnya.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Manajemen Persegres Gresik United masih akan mempertahankan Liestiadi sebagai pelatih, kendati Laskar Joko Samudro tak mendapatkan hasil memuaskan hingga menjelang berakhirnya putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Teriakan agar manajemen mengganti pelatih sempat dilontarkan kelompok suporter Ultras ketika bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di pekan ke-15. Namun manajer Bagoes Cahyo Yuwono menyatakan, pihaknya belum memikirkan pergantian pelatih.

“Pergantian pelatih dalam waktu dekat masih belum ada dalam wacana kami. Tapi kalau pemain, memang ada. Fokus kami saat ini adalah menata tim dulu untuk bisa lebih bersaing di putaran kedua,” ungkap Bagoes kepada Goal Indonesia.

“Saya kira, hasil buruk yang dicapai Persegres dalam beberapa pertandingan terakhir, lebih dikarenakan tim tidak dapat menurunkan susunan komposisi pemain terbaik, baik karena cedera, atau beberapa alasan lain.”

Dari pengamatan Bagoes, skuat terbaik Persegres adalah di pekan perdana kala mengalahkan tuan rumah Persela Lamongan. Selebihnya, Gresik United harus berganti-ganti pemain.

“Komposisi utama Persegres itu ya saat pertandingan lawan Persela saja di awal turnamen. Selebihnya tim tidak dengan komposisi utama, karena pemain yang bersangkutan mengalami cedera atau kendala lain,” jelasnya. goal.com
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Bayi berjenis kelamin perempuan buah pasangan dari Dianto (32) dan Sri Wahyuni (33), lahir dengan dua kepala di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik, Jawa Timur, Selasa (9/8/2016). Dianto tidak pernah mendapat firasat apa pun saat sang istri mengandung jabang bayi, sampai proses persalinan. Namun, Sri sempat mengalami kejadian langka saat mengandung bayi tersebut.

"Saya ingat, saya sempat menggoreng satu biji telur, yang kuningnya ada dua. Telur itu saya goreng dan kemudian saya buat makan," kata Sri, Kamis (11/8/2016).

Saat itu, Sri tidak menyadari bahwa dirinya tengah hamil. Sepekan kemudian, ia mengalami sakit perut, lalu mengajak suaminya memeriksakan diri di Puskesmas Alun-alun Gresik. Dalam pemeriksaan itulah, ia mengetahui telah hamil.

"Selain kejadian telur dengan dua kuning itu, saya kira tidak ada lagi firasat lain. Semua biasa saja, sampai saat kelahiran kemarin," kata dia.

Pada saat sebelum operasi caesar dilakukan, bayi yang dikandungnya sempat membentur ulu hatinya dan membuat Sri terkejut. Dokter di Puskesmas Alun-alun akhirnya merujuk Sri ke RSUD Ibnu Sina karena bayi ditengarai dalam keadaan sungsang.

"Hanya saja saat pemeriksaan terakhir sebelum kelahiran, ukuran lingkar perut saya memang agak lebih dari biasanya. Sebab kata bidan, ukuran normal lingkar perut saat mengandung itu 40 sentimeter, tapi saat itu lingkar perut saya 42 sentimeter," kata Sri.

Baik Sri maupun Dianto tidak menyangka bahwa bayinya akan terlahir dengan dua kepala. Mereka tidak terlalu mengkhawatirkannya. Mereka juga tidak melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG, antara lain karena tidak memiliki uang untuk membayar USG.

Meski demikian, Sri rutin memeriksakan dirinya dan bayi yang tengah dikandungnya ke puskesmas.

"Bayangan saya dan suami waktu itu, kami akan dikaruniai anak kembar, melihat perut yang begitu besar. Karena kami ingin kejutan akan jenis kelamin bayi, maka kami tak melakukan USG," kata Sri.

Kenyataan berkata lain. Bayi perempuan yang dikandungnya lahir dengan keadaan satu tubuh dan dua kepala dengan dua hidung, empat mata, empat telinga, tetapi hanya satu jantung, satu paru-paru, dan satu hati.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Bayi dengan kondisi tidak normal lahir di Gresik. Bayi tersebut mempunyai dua kepala namun hanya mempunyai satu badan. Bayi tersebut kini dalam perawatan RSUD Ibnu Sina Gresik.

"Lahir pukul 09.00 WIB melalui (operasi) cesar," ujar Kepala Bidang Pelayanan Medis Maftukhan kepada detikcom, Selasa (9/8/2016).

Maftukhan mengatakan bayi berjenis kelamin perempuan itu adalah anak dari Sugianto (32) dan Sri Wahyuni (33), warga Jalan Kapten Darmo Sugondo. Saat hendak melahirkan, pasangan itu tidak ke RSUD Ibnu Sina, tetapi ke Puskesmas Alon-Alon.

Namun di sana tim medis menemukan kesulitan sehingga merujuk Sri Wahyuni ke RSUD Ibnu Sina. Saat tiba di rumah sakit milik Pemkab Gresik itu, hanya dikatakan jika bayi dalam kandungan adalah kembar dan harus segera dilakukan tindakan dan penanganan secepatnya. "Tindakan cesar pun dilakukan," kata Maftukhan.

Operasi cesar dilakukan dan berhasil. Dari operasi itu diketahui jika bayi mempunyai dua kepala, dua tangan, dan dua kaki. Bayi yang belum diberi nama itu mempunyai panjang 43 cm dan berat 4.200 gram.

Saat dilahirkan, kata Maftukhan, bayi dalam kondisi tidak stabil dan memerlukan alat bantu pernapasan. Saat ini kondisi bayi belum stabil benar meski secara umum kondisinya termasuk baik. Bayi ini sekarang dalam masa perawatan di ruang neonatology RSUD Ibnu Sina.

"Menurut pengakuan orang tua bayi, kandungannya jarang diperiksakan dan juga tidak pernah melakukan USG," lanjut Maftukhan.

Maftukhan menambahkan, orang tua bayi berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka berprofesi sebagai pedagang kali lima di kawasan Gresik Kota Baru (GKB). Namun saat ini kawasan tersebut sudah ditertibkan Satpol PP sehingga orang tua bayi saat ini menganggur.

"Untuk urusan biaya, sudah ditanggung Pemkab Gresik," terang Maftukhan.

Dan saat ini pihak RSUD Ibnu Sina sedang berkoordinasi dengan pihak RSU dr Soetomo. Bayi dengan kondisi berkepala dua ini rencananya hendak dirujuk ke RSU dr Soetomo yang mempunyai peralatan medis yang lebih lengkap.

"Namun keluarga si bayi belum menyetujui. Bagaimanapun kami harus meminta pendapat keluarga, dan kami hormati keputusan itu. Kami tetap merawat bayi ini," tandas Maftukhan. - detik
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Persegres sementara harus bermain imbang tanpa gol kontra PS TNI pada laga lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo di Stadion Tri Dharma, Gresik, Minggu (22/5/2016).

Belum lima menit, pertandingan berhenti karena penonton dari tribun tiba-tiba masuk ke lapangan tanpa alasan yang jelas. Aparat keamanan langsung bergerak cepat. Situasi kembali terkendali dan pertandingan kembali dilanjutkan.

Gresik United yang tampil sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan. Laskar Joko Tingkir mengandalkan pemain anyar Patrick da Silva.

Sedangkan, di kubu PS TNI, Tambun Naibaho menjadi andalan Eduard Tjong untuk menggedor barisan belakang Gresik United. Sayang, serangan PS TNI selalu patah di kaki barisan belakang Gresik yang digalang FX Yanuar dan kawan -kawan.

Menit 19, bek PS TNI, Wanda Saputra hampir melakukan blunder fatal dengan mengirimkan bola tanpa mampu dihadang kiper Andika Bhayangkara. Beruntung, bola menyamping dari mistar.

Memasuki menit 24, Inkyun Oh hampir membuka keunggulan Gresik United. Namun akurasi tendangan yang lemah membuat peluang tersebut hanya menghasilkan tendangan gawang untuk PS TNI. Gresik United kembali mengancam melalui Ghazali Siregar pada menit 28, hanya saja bola belum mampu menembus gawang Laskar Loreng, julukan PS TNI.

Pada sisa waktu 2 menit di babak pertama, pemain Gresik United, Inkyun Oh hampir membuka keunggulan tuan rumah melalui eksekusi tendangan bebas. Namun kiper PS TNI bisa dengan mudah menghalau bola. Skor imbang tanpa gol menutup duel babak pertama

Susunan Pemain

Gresik United: M Irfan; M Rifky, Ambrizal, FX Yanuar, Wismoyo, M Kamri, Yusuf Efendi, Oh Inkyun, Eduardo De Conceicao Maciel, Suheri Daud, Patrick Robert Daniel da Silva.

PS TNI: Dhika Bhayangkara; Wiganda Pradika, M Abduh Lestaluhu, Wanda Syahputra, Hardiantono; Legimin Raharjo, Manahati Lestusen, M Arsyad, Aldino Herdianto; Wawan Febrianto, Tambun Naibaho.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Akibat luapan Kalimas, anak Sungai Brantas, sekurang-kurangnya 2.790 tempat tinggal, sekolah serta pabrik di Gresik tergenang. Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, ada 6 desa yang terendam banjir yakni Desa Driyorejo, Krikilan, Sumput, Bambe, Samben serta Desa Cangkir.

"Juga merendam 6 perusahaan, 6 SD. Sebagian SMP serta SMA, tempat persawahan serta perkebunan 20 hektare. Ketinggian air meraih 20 hingga 70 cm." kata Abu Hassan, Kepala BPBD Gresik, Kamis (11/2/2016). Untuk menangani, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD berbarengan RAPI bekerjasama dengan lembaga setempat.

"Kami membangun 2 tenda keluarga, turunkan 1 unit perahu karet serta mesin tempel. Memberi nasi bungkus pada 120 jiwa yang mengungsi ditempat yang sudah disiapkan," paparnya. Kemudian, untuk meyakinkan keadaan banjir di Kecamatan Driyorejo serta Wringinanom, Pejabat Bupati Gresik, Akmal Boedianto, mendatangi desa yang terdampak banjir.

"Banjir dikarenakan luapan Kalimas, ditambah lagi curah hujan tinggi mulai sejak 2 hari paling akhir. Banjir akibat luapan Kalimas mulai masuk pemukiman warga sekitaran jam 04.00," kata Camat Driyorejo, Sujarto.

Efek yang diakibatkan akibat banjir di Kecamatan Driyorejo yaitu beberapa sekolah sangat terpaksa memulangkan murid-muridnya lantaran tak dapat menyelenggarakan aktivitas belajar mengajar. Bukan sekedar itu, akses jalan untuk menuju ke desa tetangga juga lumpuh, hingga menghalangi kesibukan warga desa setempat.

“Yang terutama sekarang ini yaitu keselamatan warga yang tempat tinggalnya tergenang banjir, selekasnya kerjakan evakuasi,” kata Akmal Boedianto. Spesial untuk menolong korban banjir, pemerintah memberi beberapa pertolongan berbentuk sembako serta di terima dengan cara segera oleh kepala desa setempat.

Pelaksana Pekerjaan (Plt) Sekretaris Pemkab Gresik, Bambang Isdianto, menyampaikan, penyebabnya Kalimas meluber ke pemukiman masyarakat akibat banyak industri di sekitaran Kalimas.

Diluar itu, perusahaan kurang memerhatikan saluran air. "Nanti kami tinjau lagi tentang perizinan perusahaan di bantaran Kalimas supaya perusahaan melakukan kewajibannya sediakan saluran air serta ruangan terbuka hijau," kata Bambang Isdianto yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gresik.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Beberapa ratus bekas pekerja di PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries (Wim Cycle), Jl Raya Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik, kembali unjuk rasa ke Kantor DPRD Gresik, Rabu (3/2/2016). Bekas pekerja di PT Wim Cycle itu memohon DPRD menjembatani supaya mereka dipekerjakan lagi.

Sebab mereka berasumsi pemutusan jalinan kerja (PHK) itu tak prosedural. Menurut pekerja yang tergabung dalam Serikat Buruh Kerakyatan (SBK) unit PT Wim Cycle PHK itu akibatnya karena tuntutan pekerja yang telah bertahun-tahun dikontrak kerja lalu menuntut jadi pekerja tetaplah. Pada akhirnya berlangsung mogok kerja, hingga pada akhirnya berlangsung PHK.

"Kita mogok kerja telah memberitahu ke Perusahaan namun anehnya perusahaan tak memberitahu ke serikat pekerja namun segera ke tempat tinggal semasing lewat surat ke tempat tinggal semasing hingga pekerja tak tahu," kata Sudarko (40), Ketua SBK PT Wim Cycle.

Ada 158 orang buruh yang di rumahkan itu telah melaporkan ke Komisi IX DPR Republik Indonesia (RI) harapannya ada perhatian dari DPR RI serta DPRD Gresik. "Tadi respon DPRD Gresik begitu baik hingga kami di dukung untuk unjuk rasa kembali ke 10 Pebruari agar permasalahan ini segera usai," paparnya.

Massa pada akhirnya membubarkan diri sesudah berjumpa dengan Komisi D serta Komisi A DPRD Gresik. Terlebih dulu, beberapa ratus bekas pekerja di PT Wim Cycle telah unjuk rasa ke Pemkab Gresik untuk memohon mediasi dengan Pj Bupati Gresik Akmal Boedianto, namun tak berjumpa sebab Pj Bupati tak di kantor.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Relawan Gerakan Sosial-Sambari-Qosim (RGS SQ) kembali melakukan misi sosial untuk tunjukkan ke khalayak Kabupaten Gresik, jika pasangan calon (paslon) cabup-cawabup Incumbent Sambari Halim Radianto-Moh Qosim (SQ) yang di dukung yaitu profil yang pas.

Karena, pasangan itu sangatlah konsen untuk menjadikan Kabupaten Gresik yang saat ini pembangunannya jalan cepat serta terus menjunjung tinggi budaya leluhur mereka.

Yakni, terus menjaga Kabupaten Gresik yang populer dengan predikat juga sebagai Kota Santri serta Kota Wali. "Apa yang dikerjakan RGS-SQ dengan memberangkatkan warga Dusun Keradenan ziarah ke makam Waliyullah ini bukti bila SQ yang di dukung tidak mau kebiasaan seperti ziarah itu punah walau Gresik berkembang cepat," tutur pendiri RGS-SQ H M Khozin, didampingi istri Hj Mujiati di sela-sela memberangkatkan ziarah beberapa ratus warga Dusun Keradenan Kecamatan Kebomas, Minggu (8/11).

Menurut Khozin, untuk ziarah gratis ke makam Waliyullah yang diselenggarakan RGS-SQ kesempatan ini ditujukan warga Dusun Keradenan. Ada beberapa ratus orang yang pergi ziarah dengan cara gratis, mulai remaja sampai orangtua. Mereka ziarah dengan naik 11 unit kendaraan. "Selain ziarah mereka juga diberangkatkan liburan ke Pantai Dalegan Kecamatan Panceng," tambah Khozin.

Khozin menyebutkan, beberapa peserta ziarah itu terasa sangatlah suka lantaran bisa ziarah serta pelesir gratis. “Apalagi, mereka juga memperoleh uang transpor," kata Khozin tersenyum. 

Khozin mengakui bersukur lantaran di tiap-tiap aktivitas sosialnya yang sudah dikerjakan di seluruhnya lokasi memperoleh tanggapan positif dari masyarakat. "Ini bukti support masyarakat pada paslon SQ sangat besar," tuturnya lagi.

Sementara Hj Mujiati Khozin yang didampingi putrinya, Hidayatussholihah memberikan ziarah ke makam Waliyullah yang menjadi contoh umat muslim yang dikerjakan warga Dusun Keradenan adalah aktivitas ziarah gratis yang beberapa kalinya dikerjakan RGS-SQ.

Pada awal mulanya, lanjut Mujiati RGS-SQ sudah memberangkat beberapa ribu warga di Kabupaten Gresik untuk ziarah ke makam Wali lima serta ke makan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan cara bergiliran. Mereka ziarah naik bus dengan gratis.

Ziarah itu diikuti beberapa ribu jamiyah fatayat serta muslimat serta masyarakat umum yang menyebar di 16 kecamatan. "Masyarakat yang kami berangkatkan ziarah sangatlah berterima kasih. Aktivitas itu memperoleh tanggapan positif dari seluruh pihak," tuturnya.

Karenanya, tambah Mujiati di saat kampanye Pilkada Gresik yang kurang dari satu bulan ini, RGS-SQ bakal memakai momentum itu untuk sharing serta menolong masyarakat yang memerlukan lewat misi sosial. "Aktivitas sosial yang sudah kami kerjakan sampai kini kami dasari untuk kemauan beribadah serta tulus," tandas Mujiati.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Persegres Gresik United nyaris di pastikan bakal di isi full local dalam turnamen Piala Jenderal Sudirman yang diawali 10 November mendatang. Ini sesudah striker asingnya dari Kamerun, Herman Dzumafo malas bergabung dengan tim Laskar Joko Samudro, serta membela club lain.

Pelatih Persegres Gresik United, Widodo Cahyono Putra menuturkan, pihaknya sebenarnya mau Dzumafo terus di Gresik. Tetapi lantaran Dzumafo mau keluar, pihaknya tidak dapat memaksa. "Dia pilih ke Pusamania Borneo FC (PBFC). Itu memanglah hasrat Dzumafo sendiri ke PBFC," tuturnya pada Surya, Kamis (5/11).

Sedang Sekretaris Persegres Gresik United, Hendri Febry menguraikan, Dzumafo memanglah sudah meminta surat keluar dari club, supaya dapat membela PBFC di turnamen Piala Jenderal Sudirman. "Kami kurang tahu mengapa Dzumafo tentukan ke Samarinda. Tetapi yang pasti, dia telah meminta surat keluar," terangnya. Dengan keluarnya Dzumafo, jadi tim Laskar Joko Samudro tidak bakal diperkuat pemain asing di turnamen ini.

Persegres semakin banyak memercayakan pemain-pemain lokal yang beberapa besar masih muda. Sebagian pemain baru itu salah satunya Dedi Indra, FX Yanuar, Sandy Firmansyah, Jefri Kurniawan, ditambah sebagian pemain lawas seperti David Faristian, Kacung Munif, Wismoyo, serta dua penjaga gawang Aji Saka serta M Ridwan. Keseluruhan ada 23 pemain yang telah masuk skuad Persegres.

"Untuk pemain lawas Khabib Syukron, dia di pastikan tidak turut turnamen, lantaran masih cedera hamstrinf," tegasnya. Selain mereka, tim Laskar Joko Samudro masih tetap bakal kehadiran sebagian pemain yang secepatnya merapat. Sebagian pemain itu seperti Rico Simanjuntak, M Rifki, Yusuf Efendi, Qischil Gandrum serta eks timnas U-23, Oktavianus Maniani.

Satu lagi striker lokal yang jadi top skor di Piala Kemerdekaan, Sirvi Arfani, juga di pastikan batal merapat ke Persegres. "Sirvi tidak jadi bergabung. Maka dari itu, kami bakal memakai pemain yang ada," pungkas Widodo.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Masyarakat Transparansi Jawa Timur (Matra Jawa timur) meminta Bawaslu Jawa timur serta Panwaslu Gresik mengusut ada dugaan aliran uang korupsi yang mengalir ke rekening dana kampanye pasangan calon (paslon) peserta pemilukada Gresik.

"Hal semacam ini berkenaan dugaan korupsi sejumlah Rp 50 miliar pada PDAM Kabupaten Gresik yang sudah dilaporkan dengan cara resmi ke KPK. Kami mengajak masyarakat Jawa timur, terutama Gresik mengawasi sistem pemilukada supaya berjalan jurdil serta tanpa ada money politic, terutama aliran dana hasil korupsi," kata Direktur Matra Jawa timur Andri Irawan pada wartawan di salah satu rumah makan Surabaya, Kamis (5/11/2015).

Siapa paslon yang disebut?

"Saya tak perlu mengatakan siapa orangnya. Biarlah KPK yang bekerja memprosesnya. Yang pasti untuk kami ada kecemasan serta dugaan bahwa hasil aksi merugikan keuangan negara itu untuk kampanye pasangan calon," tukasnya.

Dalam acara konferensi pers itu, juga ada Chris Hadi bekas Direktur Tehnik PDAM Gresik serta Zaky Zulkarnaen bekas Direktur Umum PDAM Gresik.

"Ini berkenaan dugaan korupsi yang ada di PDAM Gresik, dimana saya pernah dipecat Bupati Gresik Sambari pada Maret 2012 lantaran dituding bertindak merugikan negara. Namun saya tuntut serta menang di PTUN. Pada Oktober 2013, pada akhirnya saya masuk bekerja kembali serta Maret 2015 pensiun," terang Chris Hadi.

"Jika tidak dapat dibuktikan tindak pidana korupsi, ya tidak jadi masalah. Jika dapat dibuktikan ya harus diusut sampai selesai. Yang pasti ini tak ada hubungan dengan momentum pilkada sekarang ini serta bukanlah juga sebagai usaha black campaign pada salah satu paslon," paparnya.

Dia menceritakan, bahwa masalah berawal saat PDAM Gresik menggandeng dua rekananan dalam membangun instalasi pengelolaan air yang berlangsung pada tahun 2012.

"Dalam 1 tahun harus usai serta dapat berproduksi sesuai dengan kesepakatan, namun hingga 4 tahun belum selesai sampai sekarang ini. Ini berarti ada pembiaran dari pemkab Gresik, yang merugikan masyarakat serta ada potensi kerugian negara. Saya sudah lapor ke KPK pada September 2015 serta sudah memperoleh tanda bukti penerimaan laporan/informasi dugaan tindak pidana korupsi nomer agenda : 2015-10-000016," tuturnya.

Pihaknya mengakui sudah mempresentasikan di depan KPK, serta sudah memperoleh tanda terima bahwa laporan bakal diolah. "Saya saat itu dikorbankan serta dikambinghitamkan. Saat itu ada hubungan kerja PDAM dengan PT Dewata Bangun Tirta tahun 2011 Rp 46 miliar serta PT Drupadi Agung Lestari (Rehabilition Operation Transfer) Rp 86 miliar," ujarnya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Warga yang kerap melintas di Jl Makam Putri Campa, Kecamatan Kebomas, Gresik, mulai resah, karena jalan alternatif yang longsor serta hampir putus mulai sejak akhir 2014 hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan, Kamis (24/9/2015).

Warga yang melintas harus ekstra hati-hati karena jalan menanjak dan turun tajam serta menyempit disebabkan longsor. Jalan itu sehari-hari dipakai masyarakat sekitar untuk ke Makam Sunan Giri, Makam Putri Campa serta aktivitas sehari-hari.

Warga kawatir bila tak selekasnya diperbaiki, jadi bakal berlangsung longsor yang lebih parah serta menyebabkan korban jiwa untuk masyarakat yang melintas. "Warga cemas kalau waktu musim hujan longsornya bakal lebih parah. Saat musim hujan, airnya dapat menggerus serta menyebabkan longsor lagi," kata Sutrisno, warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, waktu melintas di jalan yang longsor sedalam 5 meter lebih.

Belum lagi waktu malam hari, lampu penerangan jalan yang kurang jelas dapat menyebabkan warga bakal terjerumus ke jurang. Samping kiki serta kanan ada banyak tumbuhan liar hingga tampak gelap. "Semestinya ada prioritas oleh Pemerintah Kabupaten. Walau sebenarnya jalan itu juga untuk kebutuhan masyarakat umum," paparnya. Sampai kini, usaha dari masyarakat sekitar cuma menempatkan rambu-rambu berbentuk bambu yang di beri baju sisa.

"Bagaimanakah lagi, Dinas Pekerjaan Umum cuma berikan rambu-rambu papan peringatan namun tak selekasnya dibangun-bangun," kata Mohamad Ni'am, seorang warga yang kerap melintas di jalan itu. Di ketahui bahwa lebar jalan awalannya 3 meter, lalu berlangsung longsor hingga lebar jalan tinggal 1,5 meter. Keadaan jalan yang sangatlah ekstrim, dengan tanjakan serta turun yang tajam sangatlah membahayakan pemakai jalan yang melintas.

Sampai kini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik sudah membuat tim unit reaksi cepat (URC) untuk melakukan perbaikan jalan serta melakukan perbaikan saluran air, namun nyaris satu tahun lebih jalan longsor itu dilewatkan menganggap tidak ada usaha perbaikan dari Pemkab Gresik serta anggota DPRD Gresik yang dari daerah penentuan Kecamatan Kebomas.

Beberapa waktu Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Gresik Bambang Isdianto menuturkan bahwa tahun ini belum ada biaya yang diserahkan untuk pebaikan. "Tahun ini belum ada biaya. Masih diusulkan untuk tahun depan," kata Bambang lewat pesan singkat telephone selulernya. 
Bambang Isdianto sempat juga menyampaikan bahwa perbaikan jalan itu diperlukan biaya mahal karena longsornya cukup dalam.

"Pembangunan jalan itu butuh konstruksi penahan longsor kusus yang sangatlah mahal," kata Kepala Dinas PU Bambang Isdianto, sekian waktu lalu.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Geladi bersih soft opening Stadion Joko Samudro dilakukan tim penari, marching band serta pencak silat, Senin (21/9/2015) sore sampai malam hari.

Gladi bersih itu menarik ketertarikan warga sekitar. “Sudah tiga hari yang lalu latihan terus. Enak dapat turut nonton, meskipun tidak dapat undangan,” kata warga Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas yang tidak ingin mengatakan namanya.

Tetapi kehadiran stadion yang menelan biaya Rp 225 Miliar itu masih dihiasi panorama banyak potongan kayu serta sisa-sisa besi bangunan yang berantakan dibalik tribun samping timur.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Untuk lebih tingkatkan kompetensi kader masyarakat serta aparat di tingkat Desa, Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan tuntunan tehnik (Bimtek) untuk beberapa ketua RT, RW, instansi desa dan aparat tingkat desa.

Bimtek diikuti 1.060 orang itu dikerjakan di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Selasa (15/9/2015). Bupati serta Wakil Bupati Gresik Sambari Halim Radianto- Mohammad Qosim buka acara sekalian jadi narasumber pada aktivitas yang diadakan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Gresik.

Ada juga beberapa beberapa kiai serta tokoh masyarakat setempat. Sambari meminta seluruh aparat di desa hingga tingkat RT serta RW dapat berpartisipasi dalam mengawal proses pembangunan. “Yang diundang disini ini yaitu beberapa kader yang ada di masyarakat. Sudah pasti juga sebagai kader aktivitas ini untuk tingkatkan kekuatan beberapa kader juga sebagai agen pembangunan yang ada di desa,” kata Sambari.

Untuk dapat jadi pengawal pembangunan yang baik, diinginkan beberapa kader mengetahui sistem pembangunan, dari mulai rencana pembangunan hingga pada pengaturan administrasi dengan baik serta benar. “Sebagai perencana Anda mesti dapat memfasilitasi pengkajian potensi permasalahan serta memastikan taraf prioritas aktivitas, pencairan, proses serta pertanggungjawaban,” paparnya.

Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menambahkan supaya beberapa kader dapat jadi pelopor, penggerak, pembimbing, perencana, pemantau serta pelaksana pembangunan. "Maju mundurnya desa di lokasi Anda bergantung dari partisipasi serta kwalitas kader pembangunan di desa,” kata Qosim.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Kabupaten Gresik sepanjang 2015 telah menyidangkan 11 masalah sengketa ketenagakerjaan. Umumnya dikarenakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta hak pekerja yg tidak diberikan, terlebih pada tenaga kontrak atau outsourcing.

"Perselisihan antar pekerja itu telah berjalan waktu sebelum nilai rupiah pada dolar naik hingga Rp 14.000. Rata-rata lantaran PHK serta hak pesangon pekerja tak diberikan sesuai dengan Undang-undang yang berlaku," kata Panitera PHI Kabupaten Gresik Askhan didapati di kantornya, Jumat (11/9/2015).

Sementara, daftar perselisihan pada perusahaan dengan pekerja di Dinas Tenaga Kerja serta Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gresik sejumlah 76 masalah. Mulai masalah tenaga outsourcing hingga dalam Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu (PKWT).

“Yang PKWT kadang-kadang tak masuk di PHI namun terus dilaporkan ke Disnaker. Masalah yang diakukan 76 masalah,” kata Agoes Winarso Kabit Unit Kerja Disnakertrans Kabupaten Gresik pada Surya.

Sedang untuk efek naiknya nilai rupiah pada dolar belum tampak ada PHK di Kabupaten Gresik. “Kasusnya masalah lama. Seperti di PT Sinar Tehnik Indonesia (STI) serta PT Artawa Indonesia. Di STI lantaran perusahaan berlangsung gejolak internal sedang di PT Artawa lantaran gaji lembur pada pekerja outsourcing,” paparnya.

Ketua Serikat Pekerja (SP) Niaga, Bank, Layanan serta Asuransi (Niba) Teguh Prasetyo, menyampaikan, belum ada berita PHK dari anggota. “Belum ada berita PHK dari pengurus serta rekan-rekan serikat yang lain,” tuturnya.

Begitupun data di Sekretariat Bersama Serikat Pekerja Serikat Buruh (Sekber SP-SB) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, belum ada anggota serikat yang di PHK dengan cara sepihak. “Sekarang belum ada laporan dari pengurus, ada anggota yang di PHK,” kata Agus Salim, Koordinator Sekber SP-SB Kabupaten Gresik.

“Sekarang bersama dewan pengupahan serta serikat pekerja tengah survey harga keperluan pokok serta keperluan hidup pekerja, kelak Nopember telah diserahkan,” tuturnya. Tujuan UMK 2016 yang bakal diserahkan meraih Rp 3,5 juta perbulan. “Kita saksikan perubahan inflasi, kita ajukan kenaikan UMK sebesar 25% dari Rp 2,7 juta perbulan UMK Gresik saat ini,” kata Agus.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH Robbach Ma’sum siap dipecat dari PKB untuk mendukung pasangan calon bupati serta wakil bupati Husnul Khuluq-Achmad Rubaie yang diusung PDIP, Gerindra, PPP, serta PAN.

"Saya tidak paham bagaimanakah nanti, lantaran yang pasti mesti berani. Dipecat dari Ketua Dewan Syuro yo ra opo-opo (Ya tak apa-apa, Red)," kata Robbach Ma’sum waktu memberi tausiyah pada peresmian Posko Pemenangan Berbarengan Husnul Khuluq-Achmad Rubaie dengan slogan ‘Berkah’ di Jl A Yani, Kelurahan Ngipik, Gresik, Selasa (1/9/2015).

Robbach menyatakan salah satu modal menang yaitu mesti berani. “Pasangan Husnul Khuluq -Ahmad Rubaie mesti berani lakukan pergantian untuk masyarakat Gresik,” paparnya. Dalam peresmian Posko ‘Berkah’ itu sebagian tokoh politik dipersilahkan memberi orasi politik.

Mulai Thohirin sebagai bekas anggota DPRD Gresik periode 2004-2009, Achmad Nadir bekas Ketua DPC PKB yang juga bekas Ketua DPRD Gresik. “Lima tahun waktu lalu yaitu kemenangan yang terlambat. Saat ini kita ambillah hikmahnya. Grup pemuda Muhammadiyah serta Pemuda NU siap untuk turut menolong kemenangan Berkah,” kata Nadir.

Dalam peresmian posko, pasangan Berkah yang diusung PDIP, PAN, PPP serta Gerindra, juga ada anggota DPRD PPP, Ketua DPD PKS Gresik Adi Wisnugroho, Angota DPR RI dari Partai Gerindra, Khilmi, perwakilan DPD PKS Kabupaten Gresik dan Agus Maimun angota DPRD Propinsi Jawa Timur dari PAN.

Sesaat Khuluq serta Ribaie dalam orasi politiknya menyampaikan bahwa sepanjang lima th. ke depan bakal lakukan pergantian mental dari mulai pendidikan, investasi sampai kesehatan. Bahkan juga, pihaknya juga menyambut baik.

“Teman PKS juga turut berhimpun berbarengan kita. Dalam Visi-misi kami pas dengannya,” kata Khuluq. Khuluq menyatakan bahwa dalam menanggulangi banjir Kali Lamong berlangganan di lokasi Gresik Selatan bakal dikerjakan penanggulangan normalisasi Kali Lamong dengan menempatkan pintu-pintu air hingga bisa dipakai saluran irigasi. “Salah satunya dikerjakan lewat cara normalisasi kali Lamong serta dipasang pintu-pintu air, hingga dapat digunakan untuk irigasi,” kata Khuluq, Ketua PCNU Gresik.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menantang dewan, supaya dalam membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) th. 2021 menempatkan tujuan Rp 7 triliun di APBD.

Tantangan bupati ini di sampaikan waktu acara bula Panutan Pelunasan Pajak Bumi serta Bangunan (PBB) Pedesaan serta Perkotaan, di Ruangan Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (26/8/2015).

”Selama dalam lima tahun kepemimpinan saya, APBD bertambah berlipat ganda dari tujuan hingga meraih Rp. 2,8 triliun. Insyaallah bila tujuan Rp 7 triliun pada tahun 2021 bukanlah hal yang mustahil” tutur Cabup nomor urut 1 ini, di hadapan muspida serta anggota DPRD Gresik, camat, lurah serta kepala desa se Kabupaten Gresik.

Bupati Sambari juga memberikan pujian pada kepala desa yang telah melunasi 100% tagihan PBB, terlebih semua kades di Kecamatan Sangkapura serta Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Sekda Gresik Moch. Nadjib dalam laporannya menyampaikan, tujuan penerimaan PBB th. 2015 sebesar Rp 75 miliar.

Hingga tanggal 24 Agustus 2015 penerimaan PBB yang di terima Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan serta Aset Daerah sebesar Rp. 43,7 miliar atau 58,3%. “Dibanding tahun 2014, penerimaan tahun 2015 masih tetap tambah baik, lantaran pada bulan yang sama penerimaan tahun waktu lalu cuma 55 persen” kata Nadjib.