Articles by "Politik"
Showing posts with label Politik. Show all posts
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Ratusan kader yang memenuhi arena Musda PAN Surabaya kompak menyuarakan Katua DPW PAN Jatim Masfuk calon gubernur Jatim. Teriakan itu menggema di arena Musda partai berlambang matahari bersinar yang berakhir, Kamis (22/9/2016) dinihari.

"Pak Masfuk... Gubernur! Pak Masfuk... Gubernur! Pak Masfuk... Gubernur!" Demikian teriakan itu terus menggema di Hotel Sahid Surabaya. Berkali-kali teriakan penyemangat itu terus berulang. Suasana pun makin hangat. Setiap usai tampil dan mengakhiri pernyataan di hadapan kader dan pengurus DPD PAN, teriakan itu berulang.

Mantan bupati Lamongan dinilai layak maju dalam Pilgub Jatim pada 2018 mendatang. Sosok yang pernah mengubah wajah tandus Lamongan menjadi daerah yang berhasil ini memang digadang-gadang jadi calon gubernur dari partainya. Saat ditemui, Masfuk mengapresiasi semangat kadernya yang spontan meneriakkan calon gubernur untuk dirinya.

"Saya apresiasi mereka. Itu bagian dari penyemangat. Tapi sebaiknya jangan dulu bicara Pilgub lah. Masih lama," ucapnya. Soal maju Pilgub itu, partainya memiliki mekanisme sendiri untuk menentukan calon. Ketua DPW PAN jatim ini akan tunduk apa gang menjadi haris aturan partai. Termasuk harus patuh apa yang menjadi keputusan DPP PAN.

Tentu tidak sembarangan untuk menentukan calon gubernur nantinya. Selain kekuatan sosok, kompetensi dan kapabilitas akan dilihat. Tingkat popularitas dan elektabitas bahkan menjadi yang terpenting. "Kalau nanti partai memberi mandat dan amanat saya sebagai calon gubernur, saya siap. Tapi biarkan saya membesarkan partai saya dulu. Terlalu jauh kalau urusan Pilgub," ucap Masfuk sambil tertawa.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak bermaksud meremehkan Surabaya yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini. Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan pernyataan Ahok, sapaan Basuki, kemarin yang menyinggung Surabaya sebatas Jakarta Selatan. Risma yang mendengar ucapan Ahok dari Surabaya pun menggelar konferensi pers dan menyatakan tak terima ucapan Ahok.

Ahok menjelaskan maksud perbandingan antara Surabaya dan Jakarta Selatan yang dia singgung bukan perkara urusan luas wilayah. Maksud perbandingan Ahok adalah wilayah administrasi, sehingga Surabaya setara dengan Jakarta Selatan.

"Wali kota sama gubernur beda nama loh. Jadi itu yang saya maksud, Surabaya itu setaranya itu kayak Jakarta Selatan, kan sama-sama kota. Jadi bukan mau meremehkan Surabaya, bukan saya mau mengecilkan Ibu Risma, apalagi mau menyakiti orang Surabaya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/8).

Ahok mengaku kaget mengetahui Risma marah di media. Dia tak pernah terpikir Risma akan bersikap seperti itu. Akibat ucapannya itu, dia menerima banyak kritikan dari orang-orang terdekatnya karena dianggap mencari musuh. Ahok juga mengaku banyak belajar dari Risma yang memimpin Surabaya. Penertiban Kalijodo menurutnya berkaca dari penertiban kawasan Doli di Surabaya. 

Ahok bahkan mengaku sempat mengutus anak buahnya untuk mempelajari banyak hal di Surabaya, antara lain tentang tata kelola anggaran melalui sistem e-budgeting dan izin online yang diterapkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Terlepas dari klarifikasinya, Ahok mengaku tak perlu melayangkan permintaan maaf kepada Risma karena dirinya merasa tak bersalah. Ahok menganggap ucapannya itu merupakan contoh dialog yang bakal dikeluarkannya saat debat kampanye jika berhadapan dengan Risma di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Alih-alih meminta maaf, Ahok justru menyarankan agar tim komunikasi Risma tak terlalu cepat membaca berita yang provokatif di media. Dia meminta agar tim Risma untuk menonton video yang sudah diunggah ke YouTube agar dapat menangkap konteks dan maksud pembicaraannya dengan jelas.

Ahok sebelumnnya menyatakan kesiapan beradu debat program sekiranya Risma turut terjun bertarung memperebutkan kursi DKI I di ajang Pilkada 2017.

Perbandingan antara Surabaya dan Jakarta Selatan saat itu disampaikan oleh Ahok dalam konteks perbandingan program kerja, seperti Surabaya memiliki trotoar yang rapi, sementara Jakarta tidak. Ahok pun mengaku sudah menyiapkan jawaban untuk itu.

"Kami akan jelaskan kepada masyarakat, Surabaya itu cuma Jakarta Selatan, gitu loh. Ini bukan cuma Jakarta Selatan ini, ini utara, pusat, timur, barat, itu beda gitu loh," tutur Ahok, kemarin.

Surabaya Tersinggung

Usai Ahok melayangkan pernyataannya tersebut, Risma di tempat terpisah merespons dalam gelaran jumpa pers. Menurut dia, pernyataan Ahok yang menyebut keberhasilan Surabaya membangun pedestrian sebagai keberhasilan kecil di wilayah seukuran Jakarta Selatan, bisa membuat warga Surabaya tersinggung.

"Aku juga warga Surabaya yang punya harga diri," kata Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya di Surabaya, seperti diberitakan Antara, kemarin.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok sama saja menghina dan merendahkan harga diri warga Surabaya. Risma memperlihatkan data bahwa luas Surabaya itu 374 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 661,5 kilometer persegi.

"Jadi Surabaya itu separo lebih dibandingkan Jakarta," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, kalau dibagi rata enam wilayah Jakarta, maka Jakarta Selatan luasnya hanya sekitar 120 kilometer persegi. Maka otomatis Risma menjawab bahwa Surabaya tidak sama luasnya dengan Jakarta Selatan.

Tidak hanya soal luas, Risma juga menegaskan bahwa di Surabaya ia sendirian menjabat wali kota. Namun di Jakarta Ahok dibantu oleh lima wali kota dan satu bupati, sedangkan untuk anggaran belanjanya pun Kota Surabaya sebesar Rp7,9 trilliun dengan total penduduk sebanyak 2,9 juta jiwa.

Sedangkan Jakarta anggaran belanjanya sebesar Rp64 trilliun dengan total penduduk 10 juta orang. "Jadi ini bukan masalah pencalonan gubernur atau tidak. Tapi kalau begini saya jadi harus ngomong. Kenapa Surabaya diserang terus, kalau begini kan Surabaya dihina. Kalau warga Surabaya marah bisa bahaya makanya saya memutuskan untuk komentar lebih dulu," kata Risma.

Lagi pula, lanjut dia, persaingan pilgub DKI Jakarta menurut Risma tidak sepatutnya membawa bawa kota Surabaya, terlebih dengan mencecar Risma dari banyak aspek seperti saat ini. Bahkan Risma juga mengatakan seharusnya Ahok tidak perlu khawatir dan takut kalah.

"Aku salah apa? Warga Surabaya salah apa? tidak usah takutlah Pak AHok, wong beliaunya itu incumbent (petahana)," kata Risma.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Beberapa komunitas warga Surabaya menggelar aksi protes menyikapi pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai melecehkan Surabaya, Jumat (12/68/2016). Dalam aksinya, mereka membawa poster-poster bernada protes, bahkan umpatan kepada Ahok dengan gaya khas Surabaya.

Selain di balai kota Surabaya, aksi juga digelar di bawah patung Sura dan Buaya di Jalan Diponegoro. "Ibu Risma salah apa sama Pak Ahok. Ibu Risma tidak pernah kasar, beda dengan Ahok yang selalu arogan," kata Sholahudin, juru bicara aksi dari komunitas Gerakan Arek Surabaya untuk Kebenaran.

Massa juga mendesak Ahok untuk segera meminta maaf kepada warga Surabaya. Karena jika tidak, warga Surabaya akan berkoordinasi dengan warga lainnya yang ada di Jakarta untuk menggelar aksi protes yang lebih besar.

Sebelumnya, Risma mengaku tersinggung dengan pernyataan Ahok yang dinilai kerap merendahkan Surabaya.

Kemarin malam, Risma menggelar konfrensi pers khusus merespons pernyataan Ahok yang menyebut Surabaya hanya seluas Jakarta Selatan, karena itu tidak level jika dibandingkan dengan DKI.

Atas pernyataan Risma semalam, pagi tadi Ahok merasa ada yang mengadu domba dirinya dengan Risma.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Tri Rismaharini merasa tersinggung dengan pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membandingkan pembangunan Surabaya dengan Jakarta. Ahok menyebut Surabaya hanya sebesar Jakarta Selatan, tidak bisa dibandingkan dengan DKI yang memiliki lima kota dan satu kabupaten, khususnya soal pembangunan trotoar. Pernyataan itu untuk mengomentari berita di media yang membandingkan trotoar di Surabaya lebih bersih daripada di Jakarta. 

"Pak Ahok kalau bicara pakai data dong, luas Surabaya itu hampir separuhnya luas DKI, dan itu saya sendiri yang pimpin," kata Risma, Kamis malam.

Saat itu, Risma mengaku memang harus bicara karena Ahok dinilai kerap membanding-bandingkan pembangunan di Jakarta dengan Surabaya.

"Saya harus ngomong dulu sebelum arek-arek Suroboyo tersinggung, bisa bahaya kalau mereka marah," katanya.

Risma menjelaskan, luas Surabaya 374,8 kilometer persegi, sementara luas DKI 661,5 kilometer persegi. Uang Surabaya di APBD hanya Rp 7,9 triliun, sementara DKI Rp 64 triliun.

"Tetapi, kami bisa membangun trotoar, sekolah gratis, kesehatan gratis, bahkan memberi makan orang-orang jompo setiap harinya," kata Risma.

Surabaya bisa melakukan itu semua, kata Risma, karena Surabaya menerapkan manajemen dan efisiensi anggaran yang cukup ketat sehingga bisa dioptimalkan untuk pelayanan masyarakat.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Tri Rismaharini merasa bingung dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang kerap merendahkan pembangunan di Surabaya. "Surabaya salah apa sama Pak Ahok? Kita di sini bekerja bersama semata-mata untuk kesejahteraan, bukan untuk dipamerkan," kata Risma, Kamis (11/8/2016) malam.

Menurut Risma, bangsa ini seharusnya saling belajar untuk menjadi yang lebih baik, bukan saling menghujat sehingga berpotensi untuk terpecah belah.

"Saya tidak tahu itu bersifat politis atau tidak, yang pasti ini soal harga diri Surabaya," kata dia.

Kamis kemarin, Ahok menyebut luas Surabaya hanya sebesar Jakarta Selatan sehingga tidak bisa dibandingkan dengan Jakarta yang memiliki lima kota dan satu kabupaten, khususnya soal pembangunan trotoar.

Menurut Risma, luas Surabaya 374,8 kilometer persegi atau lebih dari separuh luas Jakarta yang totalnya mencapai 661,5 kilometer persegi. Risma mengatakan, Surabaya hanya memiliki APBD sebesar Rp 7,9 triliun, sementara Jakarta punya Rp 64 triliun.

Dengan manajemen pemerintahan yang diterapkan, Risma bisa membangun trotoar, sekolah gratis, kesehatan gratis, bahkan memberi makan orang-orang jompo setiap hari.

Pada awal bulan ini, komentar Ahok soal Risma juga menjadi sorotan sejumlah politisi PDI-P. Waktu itu Ahok menyatakan bahwa Risma pernah membandingkan dirinya dengan Presiden Joko Widodo.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Timur, Selasa, 9 Agustus 2016, menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Mereka menagih janji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap memimpin Kota Surabaya hingga lima tahun ke depan.

Massa aksi itu terdiri atas ibu-ibu rumah tangga dan pengusaha perempuan. Mereka membentangkan poster bertulisan "Bu Risma Milik Arek Suroboyo", “Relawan Lingkungan Surabaya Tak Rela Bu Risma ke Jakarta”, dan beberapa poster lain.

Aksi ini juga diikuti kelompok Pemuda Surabaya (Pusura). Dari depan gedung DPRD Kota Surabaya, mereka bergerak menuju jalan di depan Balai Kota Surabaya, yakni Jalan Sedap Malam. Mereka berupaya bisa bertemu langsung dengan Risma.

Dalam perjalanan menuju Balai Kota Surabaya, yang jaraknya berdekatan dengan gedung DPRD, mereka juga meneriakkan yel-yel "Bu Risma Siapa yang Punya?". Yel-yel itu disampaikan dalam bentuk lagu yang terus diulang hingga tiga kali. "Yang punya Surabaya". Begitu yel-yel lainnya.

Ketua Aliansi Perempuan Jawa Timur Aciek Lutfianah mengatakan aksi ini digelar berdasarkan hati nurani warga Surabaya yang menginginkan terus dipimpin Risma. Bahkan ia memastikan semua warga Surabaya pasti tidak rela kalau Risma ke Jakarta. "Warga yang mendorong Bu Risma ke Jakarta itu bukan warga Surabaya. Catat itu," kata Aciek kepada wartawan di sela-sela aksinya.

Menurut Aciek, alasan yang paling utama kelompoknya ngotot ingin Risma berada di Surabaya adalah Risma pernah berjanji kepada warga Surabaya untuk memimpin hingga lima tahun ke depan. Karena itu, warga Surabaya menagihnya saat ini. "Etika politik harus ditegakkan dan harga mati Bu Risma harus tetap di Surabaya," ujarnya.

Aciek mengatakan, bila permintaan mereka tidak didengarkan, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Sebab, mereka tidak punya kepentingan apa pun, tidak dibayar, dan bebas dari partai politik. "Kami, warga Surabaya, resah atas isu Bu Risma akan dibawa ke Jakarta," ucapnya.

Aciek menjelaskan, biarlah DKI Jakarta diurus warga Jakarta. Sedangkan Surabaya harus tetap dipimpin Risma. Massa aksi ini juga berjanji akan mengawal kepemimpinan Risma hingga lima tahun ke depan dan tidak boleh ke Jakarta. "Untuk pilkada DKI Jakarta, kami tidak mau. Tapi, kalau maju mencalonkan diri sebagai presiden, kami siap mendukung." - detik
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Warga Surabaya dinilai tidak akan mendapatkan keuntungan apapun jika Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT., positif maju sebagai calon gubernur (Cagub) melawan petahana (incumbent) Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Sedemikian ramainya rumor Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini itu digadang-gadang akan dapat menandingi popularitas Ahok tentunya tidak lepas dari kredibilitas sosok Risma yang memiliki nilai jual (good impressions) yang tinggi.

“Jika Risma benar-benar diperintahkan maju oleh partainya, maka jika memenangi Pilkada DKI Jakarta, yang akan mendapat keuntungan jelas warga Ibu Kota Jakarta dan partainya, PDI Perjuangan. Lha warga Surabaya dipastikan kehilangan Risma dan hanya akan mendapat kebanggaan (pride) saja,” ujar Suko Widodo, pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga, Surabaya yang dikonfirmasi, Senin (9/8).

Menurut Suko Widodo, walaupun Risma sampai hari ini masih belum memberikan jawaban pasti, dan menyerahkannya kepada takdir (kehendak) Allah SWT., karena hal itu dapat diartikan sebagai sebuah komunikasi politik yang tujuannya adalah negosiasi publik.

“Bu Risma kan ya ingin memancing reaksi publik Surabaya dan Jakarta,” ujar Suko Widodo sambil menambahkan, jika ia benar-benar diminta partainya, apakah harus benar-benar maju atau tidak, itu sangat tergantung reaksi publik.

Diakui Suko Widodo, memang tipe Risma bukanlah sosok yang terlalu ambisius dalam menggapai karier politiknya. “Semua orang memiliki ambisi, keinginan atau cita-cita, namun tidak terlalu ambisius, tidak memaksakan kehendak karena harus menghitung untung rugi politiknya,” katanya.

Risma sekarang ini bisa jadi sedang menakar, seberapa besar dukungan yang diberikan masyarakat jika ia harus dimajukan ke Pilkada DKI Jakarta dan atau sebaliknya tetap bertahan sebagai Wali Kota Surabaya. Semua itu menurut Suko Widodo pasti ingin ada pencapaian.

Guna menekan gejolak pro dan kontra yang terjadi, PDI Perjuangan sebagai induk partai pengusung Risma nantinya, seharusnya bisa meyakinkan sosok figur yang diusung maupun warga Surabaya yang sudah jelas-jelas sebagai pendukung Risma untuk tidak maju mencalonkan diri ke Pilkada DKI Jakarta.

“Ya inilah yang dinamakan negosiasi publik. Terkesan tarik-ulur. Sebab harus ada hitungan politik pula, bagaimana jika menang dan atau sebaliknya kalah. Harus ada jaminan perlindungan. Ya dong, jangan kemudian dikorbankan,” tandasnya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Jadi istri bupati tak pernah ada pada bayangan serta fikiran artis Arumi Bachsin. Namun, sesudah sang suami Emil Elestianto Dardak, resmi dilantik sebagai Bupati Trenggalek di Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/2/2016), Arumi juga mesti melakukan 'takdir' histori ini. 

"Memanglah tak kebayang, saya dahulu janjian tak seperti ini. Namun kok saat ini seperti ini. Pada akhirnya, ya ditempuh saja," jelas Arumi. 

Walau sekian, dianya, kata Arumi berkemauan untuk berupaya memberi warna baru di Trenggalek, terutama dalam pemberdayaan golongan wanita. 

Hal semacam itu seperti amanat yang di sampaikan Gubernur Jawa timur Soekarwo, waktu melantik kepala daerah dipilih. " Ekonomi wanita bakal kita gerakkan, " tukasnya. 

Hal menekan yang bakal dikerjakan, Arumi mengakui bakal berperan serta menuntun anak-anak wanita eks-pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang datang dari Trenggalek. 

"Mereka perlu tuntunan, maka dari itu saya bakal turun turut berperan serta dalam soal itu," tegasnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Pemprov Jawa timur Nina Kirana Soekarwo minta Arumi Bachsin ingin serta sudi mengorbankan segi keartisannya. 

Dengan status itu, Arumi di pastikan bakal memanggul beberapa jabatan utama di lokasi yang di pimpin sang suami, yaitu, Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Trenggalek, serta sebagian jabatan prestisius yang lain. 

"Maka dari itu saya mengharapkan Mbak Arumi ingin mengorbankan segi keartisannya untuk rakyat serta pembangunan Trenggalek," katanya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Cawali - Cawawali Surabaya nomer satu, Rasiyo - Lucy Kurniasari meyakini bisa memenangkan Pilwali, 9 Desember kelak. Pasalnya, sekarang ini elektabilitas pasangan yang diusung Partai Demokrat serta PAN mengungguli calon incumbent, Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP.

Kepercayaan itu di sampaikan langsung oleh Paklik Rasiyo, dalam kampanye akbar pasangan SeRaSi, Minggu (29/11/2015) di Gedung JX International. Kampanye itu di hadiri beberapa ribu pendukung, relawan, serta tim berhasil dari semua RT serta RW se-Surabaya.

Menurut Rasiyo, berdasarkan pada informasi dari beragam instansi survey yang di sampaikan kepadanya, elektabilitas atau keterpilihan dianya sekarang ini telah melampaui elektabilitas Risma sebagai Cawali bertahan.

Sayang, Rasiyo tidak ingin mengatakan berapakah elektabilitasnya dibanding Risma. "Yang pasti, naiknya elektabilitas itu tidak terlepas dari apa yang sudah kami kerjakan serta perbuat sepanjang pasca pencalonan sampai kampanye Pilwali hari ini," tegasnya.

Tetapi, dari segi popularitas, Rasiyo mengaku masih tetap di bawah Risma. Karenanya, bekas Sekdaprov Jawa timur ini mengharapkan serta mengajak warga Surabaya ramai-ramai datang ke TPS untuk pilih pasangan nomer satu.

"Cuma dengan mencoblos Rasiyo - Lucy, kita dapat menang melawan incumbent," pintanya, didampingi Ning Lucy. "Jika Anda semuanya bekerja dengan keras, jadi Insyaallah, Allah SWT bakal mengabulkan. Maka dari itu perlihatkan semangat untuk kemenangan," tambah Rasiyo, di hadapan beberapa ribu massa pendukungnya.

Diluar itu, dalam waktu kampanye, Paklik Rasiyo minta serta berpesan pada beberapa relawan untuk terus konsentrasi pada usaha pemenangan serta selalu menggalang suara rakyat. "Saya bersama Ning Lucy akan selalu menegur warga serta blusukan untuk bertemu masyarakat yang sampai kini belum tersentuh serta tak diperhatiankan oleh Pemkot," tandas Rasiyo.

Disamping itu, dalam kampanye akbar tempo hari, beberapa ribu massa terlihat menghadiri kampanye akbar pasangan Rasiyo - Lucy. Massa yang datang dari RT/RW, relawan, serta tim berhasil ini tumplek blek di Gedung JX International, Jalan A Yani, Surabaya.

Mulai sejak jam 10.00, beberapa ribu massa pendukung pasangan SeRaSi ini telah terlihat ada ditempat kampanye. Memakai kaos putih, hijau serta biru, mereka demikian ketertarikan serta dengan cermat memerhatikan orasi yang di sampaikan Paklik Rasiyo serta Ning Lucy.

Mereka yang datang, diantaranya pengurus, kader, simpatisan dari Partai Demokrat serta PAN, kelompok Ormas Islam, NU, Muhamamdiyah, tokoh orang-orang, beberapa Kiai, serta beragam elemen yang lain.

Hadi, satu diantara pendukung Rasiyo - Lucy asal Benowo menyampaikan, dia serta beberapa puluh rekannya ada, lantaran mau lihat serta dengarkan segera orasi dari Rasiyo. "Sesudah mendengar orasi Paklik, saya semakin meyakini mencoblos nomer satu," tegasnya. Ayah satu anak ini dapat mengakui bakal mengajak warga yang ada di sekitar rumahnya mencoblos Rasiyo - Lucy.

"Saya mau di Surabaya ada pergantian serta rakyat kecil semakin sejahtera," tandas pria yang mengakui bekerja serabutan ini.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) se-Surabaya, siap memenangkan pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana di pilkada serentak, 9 Desember kelak. Kian lebih seribu orang wanita NU, seperti Muslimat serta Fatayat, berkumpul di Gedung Empire Palace, Jalan Embong Malang, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

Mereka ikuti acara doa bersama bertopik “Ikhtiar Wanita NU Bersama Bu Risma untuk Surabaya”. 
Mereka berkemauan pasangan calon incumbent ini kembali memimpin Kota Pahlawan. Eni, satu diantara panitia menyampaikan, acara doa bersama ini dikemas dengan istighosah. "Terdapat beberapa yang datang untuk berikan support ke Ibu Risma,” katanya.

Menurut Eni, wanita NU mensupport pasangan incumbent ini bukanlah tanpa ada alasan. Menurutnya, telah cukup bukti riil, serta dapat dipandang, yang tunjukkan kesuksesan Risma-Whisnu waktu memimpin Surabaya sampai kini. "Maka dari itu wanita NU mengambil keputusan pilihan mensupport serta memenangkan Risma-Whisnu," tegas Eni.

Cawali Tri Rismaharini mengapresiasi support jamaah wanita NU itu. Calon incumbent ini mengemukakan animo sekalian mengatakan terima kasih atas support untuk pasangan nomer urut dua itu.

Dia menyebutkan, bersama Whisnu juga siap mengemban amanah semua warga Surabaya bila kembali dipilih juga sebagai wali kota serta wakil wali kota. “Dukungan ini sungguh luar biasa. Saya serta Mas Whisnu mengatakan terima kasih atas support ini. Kami maju bukanlah untuk kebutuhan pribadi, namun untuk warga Surabaya,” tuturnya.

Dia juga mengungkap, bila sampai kini sudah sangatlah dekat dengan kelompok Nahdliyin. Dihadapan beberapa ribu golongan wanita NU itu, Risma menceritakan bila dianya juga terlahir dari keluarga NU.

Hingga dia senantiasa menyempatkan diri bila diundang di acara-acara yang di gelar elemen jam'iyah Nahdlatul Ulama. Termasuk juga sering menghadiri acara yang di gelar Muslimat, walau tak masuk dalam susunan organisasi.

“Saya mau turut membangun serta mensejahterakan golongan wanita NU di Surabaya ini,” tegas Risma.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Seseorang animator menuding grup relawan pendukung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana menjiplak karya animasi ciptaannya tanpa ada izin. Gambar animasi ikan Sura serta Buaya itu digunakan juga sebagai gambar kampanye Risma-Whisnu.

Seseorang animator bernama Solikin dalam account facebook bernama "Cak Ikin" itu pernah mem-post photo berita media online yang tunjukkan grup pemuda relawan pendukung Risma-Whisnu membawa gambar animasi yang dinamakan "Culo Boyo".

Post itu pernah mengundang beberapa komentar, serta menyebutkan Solikin turut juga sebagai tim sukses Risma-Whisnu. 

Terakhir, di ketahui grup relawan yang memakai gambar animasi itu yaitu Pemuda Produktif, Inspiratif, Solutif (Pemuda PIS) yang dibawah koordinasi putra bungsu Risma.

Relawan Pemuda PIS dalam sebagian komentar itu juga mohon maaf pada yang memiliki gambar dengan cara tercatat ataupun personal.

Bahkan juga grup relawan itu bersedia ganti logo yang ada animasi ciri-ciri "Culo Boyo".

Waktu di konfirmasi, Solikin terus menyayangkan penggunaan tanpa ada izin atas gambar animasi itu.

"Harusnya tim relawan lebih kreatif membuat gambar atau logo untuk kampanye, bukan menjiplak karya orang lain," ucapnya. Minggu (8/11/2015) malam.

Solikin mengakui akan tidak perpanjang permasalahan itu. Dia cuma cemas dituding berafiliasi dengan partai politik spesifik.

Dengan cara terpisah, Koordinator Relawan Pemuda PIS, Fuad Bernardi, menyanggah sudah menjiplak gambar ikon Surabaya itu.

"Cuma ada kemiripan, tetapi tak penting," kata dia.

Untuk hindari kemiripan, pihaknya juga sudah ganti logo relawannya.

"Kami juga telah meminta maaf dengan cara pribadi pada yang memiliki gambar yang terasa dijiplak hasil karyanya," papar Fuad.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Relawan Gerakan Sosial-Sambari-Qosim (RGS SQ) kembali melakukan misi sosial untuk tunjukkan ke khalayak Kabupaten Gresik, jika pasangan calon (paslon) cabup-cawabup Incumbent Sambari Halim Radianto-Moh Qosim (SQ) yang di dukung yaitu profil yang pas.

Karena, pasangan itu sangatlah konsen untuk menjadikan Kabupaten Gresik yang saat ini pembangunannya jalan cepat serta terus menjunjung tinggi budaya leluhur mereka.

Yakni, terus menjaga Kabupaten Gresik yang populer dengan predikat juga sebagai Kota Santri serta Kota Wali. "Apa yang dikerjakan RGS-SQ dengan memberangkatkan warga Dusun Keradenan ziarah ke makam Waliyullah ini bukti bila SQ yang di dukung tidak mau kebiasaan seperti ziarah itu punah walau Gresik berkembang cepat," tutur pendiri RGS-SQ H M Khozin, didampingi istri Hj Mujiati di sela-sela memberangkatkan ziarah beberapa ratus warga Dusun Keradenan Kecamatan Kebomas, Minggu (8/11).

Menurut Khozin, untuk ziarah gratis ke makam Waliyullah yang diselenggarakan RGS-SQ kesempatan ini ditujukan warga Dusun Keradenan. Ada beberapa ratus orang yang pergi ziarah dengan cara gratis, mulai remaja sampai orangtua. Mereka ziarah dengan naik 11 unit kendaraan. "Selain ziarah mereka juga diberangkatkan liburan ke Pantai Dalegan Kecamatan Panceng," tambah Khozin.

Khozin menyebutkan, beberapa peserta ziarah itu terasa sangatlah suka lantaran bisa ziarah serta pelesir gratis. “Apalagi, mereka juga memperoleh uang transpor," kata Khozin tersenyum. 

Khozin mengakui bersukur lantaran di tiap-tiap aktivitas sosialnya yang sudah dikerjakan di seluruhnya lokasi memperoleh tanggapan positif dari masyarakat. "Ini bukti support masyarakat pada paslon SQ sangat besar," tuturnya lagi.

Sementara Hj Mujiati Khozin yang didampingi putrinya, Hidayatussholihah memberikan ziarah ke makam Waliyullah yang menjadi contoh umat muslim yang dikerjakan warga Dusun Keradenan adalah aktivitas ziarah gratis yang beberapa kalinya dikerjakan RGS-SQ.

Pada awal mulanya, lanjut Mujiati RGS-SQ sudah memberangkat beberapa ribu warga di Kabupaten Gresik untuk ziarah ke makam Wali lima serta ke makan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan cara bergiliran. Mereka ziarah naik bus dengan gratis.

Ziarah itu diikuti beberapa ribu jamiyah fatayat serta muslimat serta masyarakat umum yang menyebar di 16 kecamatan. "Masyarakat yang kami berangkatkan ziarah sangatlah berterima kasih. Aktivitas itu memperoleh tanggapan positif dari seluruh pihak," tuturnya.

Karenanya, tambah Mujiati di saat kampanye Pilkada Gresik yang kurang dari satu bulan ini, RGS-SQ bakal memakai momentum itu untuk sharing serta menolong masyarakat yang memerlukan lewat misi sosial. "Aktivitas sosial yang sudah kami kerjakan sampai kini kami dasari untuk kemauan beribadah serta tulus," tandas Mujiati.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan turun ke Surabaya berikan motivasi kader guna memenangkan pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari dalam Pilwali Surabaya, Rabu (4/11/2015) tengah malam.

Di hadapan 500 orang kader serta pengurus, mulai ranting sampai DPD, Bang Zul, panggilan Zulkifli Hasan minta serta memberikan instruksi kader PAN tak main-main serta harus gerilya dan bekerja siang malam untuk memenangkan Rasiyo - Lucy. Lantaran jadi lawan, yaitu Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana, incumbent yang telah lakukan persiapan sepanjang 5 tahun.

"Maka dari itu, janganlah cuma berkumpul serta berdoa saja. Pilwali Surabaya pertaruhan kehormatan PAN. Sehari-hari harus turun mencari suara. Bila itu tak dikerjakan, susah untuk menang," tegasnya, mengingatkan. Pihaknya, kata politisi yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) ini, butuh memberi suntikan semangat, lantaran dengan berusaha keras saja belum pasti dapat memenangkan Pilkada, terlebih bila kader santai serta tak all out merebut suara rakyat supaya pilih pasangan nomer satu, Rasiyo-Lucy.

"Bersilahturahmi dengan RT serta warga mesti dikerjakan. Di tiap-tiap TPS, minimum ada lima kader PAN untuk mengawal suara," pintanya. Dengan bergeraknya mesin partai serta semakin banyak support dari beragam komunitas serta relawan masyarakat, pasangan Rasiyo - Lucy yang diusung Partai Demokrat serta PAN yang awalannya tak diperhitungkan, lama-lama jadi menakutkan, serta dipercaya dapat menaklukkan Risma - Whisnu.

"Untuk merebut kemenangan itu perlu perjuangan serta kebersamaan," tandas Bang Zul. Selain Ketua Umum, konsolidasi full team pemenangan Cawali Surabaya yang berjalan sampai Rabu tengah malam ini dapat di hadiri oleh Cawali Surabaya nomer satu Rasiyo, Sekjen DPP PAN Eddy Suparno, Ketua Bapilu Viva Yoga, Bendahara Umum Nashrullah, serta anggota DPR RI, DPRD Jawa timur dari daerah penentuan Jawa timur, serta anggota DPRD Surabaya.

Paklik Rasiyo menyebutkan, pihaknya mengatakan dengan hadirnya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dalam konsolidasi ke-2 yang di gelar juga sebagai usaha memenangkan pasangan Rasiyo - Lucy. "Bang Zul sebagai Ketua Umum saja sangatlah semangat, maka dari itu bila kadernya tak bergerak ya keterlaluan," tegas bekas Sekdaprov Jawa timur ini.

Karenanya, sesudah konsolidasi, dianya mengajak seluruh kadernya PAN di tingkat ranting bergerak serta merapat ke bawah, terutama di semasing dari 9.000 ribu RT yang ada di Surabaya. "Optimis pemilih supaya 9 Desember kelak pilih Rasiyo - Lucy," tegas Rasiyo.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH Robbach Ma’sum siap dipecat dari PKB untuk mendukung pasangan calon bupati serta wakil bupati Husnul Khuluq-Achmad Rubaie yang diusung PDIP, Gerindra, PPP, serta PAN.

"Saya tidak paham bagaimanakah nanti, lantaran yang pasti mesti berani. Dipecat dari Ketua Dewan Syuro yo ra opo-opo (Ya tak apa-apa, Red)," kata Robbach Ma’sum waktu memberi tausiyah pada peresmian Posko Pemenangan Berbarengan Husnul Khuluq-Achmad Rubaie dengan slogan ‘Berkah’ di Jl A Yani, Kelurahan Ngipik, Gresik, Selasa (1/9/2015).

Robbach menyatakan salah satu modal menang yaitu mesti berani. “Pasangan Husnul Khuluq -Ahmad Rubaie mesti berani lakukan pergantian untuk masyarakat Gresik,” paparnya. Dalam peresmian Posko ‘Berkah’ itu sebagian tokoh politik dipersilahkan memberi orasi politik.

Mulai Thohirin sebagai bekas anggota DPRD Gresik periode 2004-2009, Achmad Nadir bekas Ketua DPC PKB yang juga bekas Ketua DPRD Gresik. “Lima tahun waktu lalu yaitu kemenangan yang terlambat. Saat ini kita ambillah hikmahnya. Grup pemuda Muhammadiyah serta Pemuda NU siap untuk turut menolong kemenangan Berkah,” kata Nadir.

Dalam peresmian posko, pasangan Berkah yang diusung PDIP, PAN, PPP serta Gerindra, juga ada anggota DPRD PPP, Ketua DPD PKS Gresik Adi Wisnugroho, Angota DPR RI dari Partai Gerindra, Khilmi, perwakilan DPD PKS Kabupaten Gresik dan Agus Maimun angota DPRD Propinsi Jawa Timur dari PAN.

Sesaat Khuluq serta Ribaie dalam orasi politiknya menyampaikan bahwa sepanjang lima th. ke depan bakal lakukan pergantian mental dari mulai pendidikan, investasi sampai kesehatan. Bahkan juga, pihaknya juga menyambut baik.

“Teman PKS juga turut berhimpun berbarengan kita. Dalam Visi-misi kami pas dengannya,” kata Khuluq. Khuluq menyatakan bahwa dalam menanggulangi banjir Kali Lamong berlangganan di lokasi Gresik Selatan bakal dikerjakan penanggulangan normalisasi Kali Lamong dengan menempatkan pintu-pintu air hingga bisa dipakai saluran irigasi. “Salah satunya dikerjakan lewat cara normalisasi kali Lamong serta dipasang pintu-pintu air, hingga dapat digunakan untuk irigasi,” kata Khuluq, Ketua PCNU Gresik.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa timur Bonnie Laksamana segera menyongsong baik pernyataan Komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia Rizkiyansyah, yang membolehkan Rasiyo mencalonkan kembali dalam Pilwali Surabaya.

"Dengan demikian, Demokrat juga bakal kembali mengusung beliau (Rasiyo) juga sebagai Cawali," tegasnya, Selasa (1/9/2015) malam. Diluar itu, Demokrat akan secepat-cepatnya mencari profil yang cocok serta pas juga sebagai pendamping Rasiyo, menukar posisi Abror yang dinyatakan TMS oleh KPU.

"Profil baru yang digandeng Pak Rasiyo kelak pasti yang perlu dapat menaikkan perolehan suara serta memenangkan Pilwali Surabaya," tegas Bonnie. Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Jawa timur Agus Syamsudin memberikan, bila benar KPU Pusat membolehkan Rasiyo kembali mencalonkan, jadi ketentuan itu mesti di sampaikan dengan cara tercatat.

"Bukti tercatat tersebut yang bakal jadi dasar hukum untuk kembali mendaftarkan Pak Rasiyo serta pasangannya yang baru," tandasnya. Terlebih, saat sebelum Komisiner KPU Pusat menyebutkan Rasiyo masih mempunyai hak politik untuk diambil serta pilih, Partai Demokrat serta PAN sebagai pengusung Rasiyo juga telah melayangkan klarifikasi resmi ke KPU Pusat serta Bawaslu Pusat.

"Nah, lantaran permintaan klarifikasinya dikerjakan dengan cara resmi, jadi jawaban juga mesti diberikan dengan cara resmi. Serta itu mesti dikerjakan secepat-cepatnya," tambah Agus.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Calon Wakil Bupati Gresik Ahmad Rubaei lakukan silahturahmi ke rumah Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Gresik KH Robach Ma’sum untuk memperoleh saran serta doa restu, Kamis (13/8/2015).

Rubaei maju dalam Pilkada Kabupaten Gresik berpasangan dengan Cabup Khusnul Huluq dengan slogan Barokah. Sesaat pasangan Ahmad Nur Hamim - Junaidi yang memiliki slogan 'Arjuna' serta diusung Partai Golkar bersilahturahmi ke rumah KH Ahmad Syururi, di Menganti, Kabupaten Gresik, Kamis (13/8/2015).

"Beliaunya menasehati supaya pasangan Arjuna jadi pemimpin yang amanah," kata Nur Hamim yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Gresik. Diluar itu, Nur Hamim juga memperoleh saran bahwa seseorang pemimpin mesti dapat mengetahui keadaan rakyat yang di pimpinnya dan disuruh terus berkelanjutan serta perbanyak sedekah.

"Memanglah kami sudah bikin agenda bakal sowan ke kiai-kiai. Ada Kiai Kampung, takmir masjid serta tokoh masyarakat kami kunjungi untuk minta doa restu," tuturnya.

Sementara pasangan incumbent Sambari Halim Radianto - Mohamad Qosim dengan slogan SQ masih tetap menggerakkan tugasnya sebagai Bupati serta Wakil Bupati Gresik yang bakal selesai 27 September 2015.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Partai Demokrat nampaknya betul-betul serius supaya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid yang diusung menang dalam Pilwali Surabaya, melawan calon petahanan Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana yang diusung PDI Perjuangan.

Juga sebagai bentuk keseriusan, juru kampanye (Jurkam) nasional, yaitu Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden Ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bakal di turunkan dengan cara khusus.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa timur Soekarwo menyampaikan, pihaknya bakal selekasnya membuat siapapun tokoh yang bakal diterjunkan menegur serta memberikan keyakinan masyarakat Surabaya dalam kampanye Pilwali kelak supaya ingin pilih Rasiyo-Abror.

"Satu diantaranya pasti Pak SBY. Bila beliau ingin (jadi juru kampanye), pasti sangatlah bagus," katanya, Rabu (12/8/2015) di Gedung Negara Grahadi. Selain SBY, beberapa tokoh lain dari Demokrat serta PAN sebagai partai pengusung Rasiyo - Abror akan diterjunkan. Namun Pakde Karwo belum mengatakan siapapun barisan tokoh itu.

"Mereka (Jurkamnas) pasti tidak cuma kampanye di Surabaya, namun juga daerah lain di Indonesia yang mengadakan Pilkada serentak pada 9 Desember kelak," tuturnya. Waktu disinggung apakah dianya juga jadi Jurkam Rasiyo-Abror, politisi yang juga Gubernur Jawa timur ini dengan spontan meyakinkan memastikan tidak bakal jadi juru kampanye sepanjang masa kampanye Pilkada serentak nantinya.

Juga sebagai Gubernur, Pakde mengakui mustahil berkampanye untuk pasangan spesifik. Walau sesungguhnya tidak ada larangan dianya turut kampanye untuk pasangan calon kepala daerah yang diusung partainya.

"Namun juga sebagai Gubernur pasti tak etis bila saya turut kampanye (jadi Jurkam)," tegasnya. Pada awal mulanya, Selasa (11/8/2015) pasangan Rasiyo-Abror yang diusung Demokrat serta PAN dengan jumlah 10 kursi di DPRD resmi mendaftar ke KPU Surabaya. Timbulnya pasangan yang diduetkan di injury time ini sudah menyelamatkan Pilwali Surabaya, hingga tak jadi diundur sampai tahun 2017.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

PDI Perjuangan segera menanggapi serius resmi didaftarkannya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid maju Pilwali Surabaya.

Partai pengusung pasangan calon petahana Tri Rismaharini - Whisnu Sakti Buana (RW) ini menilainya pasangan Rasiyo-Abror yang diusung Partai Demokrat - PAN bakal jadi lawan serta penantang serius dalam Pilwali 9 Desember 2015 kelak.

Tak akan juga sebagai calon boneka, seperti yang di kuatirkan banyak pihak. "Mereka lawan yang tangguh," tegas Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Didik Prasetiyono, pada Surya, Selasa (11/8/2015) malam.

Didik menilainya kemampuan serta rekam jejak Rasiyo - Abror cukup luar biasa. Rasiyo yang waktu menjabat juga sebagai Komisaris Utama Bank UMKM adalah bekas Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprov) serta bekas Kepala Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Jawa timur.

Sesaat Abror yaitu jurnalis senior, bekas Ketua PWI Jawa timur, bekas Pemimpin Redaksi tiga media: Surya, Jawa Pos, serta Surabaya Post, serta sekarang ini jadi Ketua Pelaksana Harian KONI Jawa timur.

"Maka dari itu tidak ada lagi kata main-main," tandas bekas Komisioner KPU Jawa timur ini.

Untuk sesudah memperoleh kepastian lawan, PDIP sebagai pengusung pasangan RW mesti secepat-cepatnya membenahi kemampuan serta menggerakkan mesin politik, dan menguatkan relawan.

"Komunikasi dengan parpol yang belum mencalonkan siapa saja juga mesti secepat-cepatnya di bangun, untuk menaikkan kemampuan. Sekali lagi, pasangan Rasiyo-Abror tidak dapat dikira mudah," pungkas Didik, mengingatkan.