Articles by "Surabaya"
Showing posts with label Surabaya. Show all posts
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Sekitar 200 warga negara asing (WNA)  yang diduga pekerja ilegal kini telah menyerbu Jatim. Namun kedatangan mereka telah melanggar aturan keimigrasian. Saat ini, Pemprov Jatim memperketat pengawasan mereka. Apalagi, para tenaga kerja itu diyakini telah menyebar ke wilayah Jatim.

"Ada sekitar 200 WNA berdatangan melalui Bandara Juanda. Mereka diduga melanggar keimigrasian," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), usai menerima Wakil Duta Besar Prancis di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (16/12/2016).

Para WNA tersebut tidak diketahui secara jelas identitasnya . Dengan kata lain, mereka masuk secara illegal. Dokumen dan identitas mereka belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Data itu adalah yang masuk melaluI Bandara Juanda. Belum WNA pekerja asing yang masuk melalui bandara lain. Atau juga yang tiba dengan kereta api di Jatim.

"Tahu-tahu para WNA itu telah diketahui melakukan overstay di Jatim. Mereka masuk dengan visa kunjungan wisata," kata Gus Ipul.

Meski visa wisata, ternyata banyak di antara mereka yang memanfaatkannya untuk bekerja. Terakhir diketahui ada puluhan pekerja asing bekerja di pabrik pupuk di Gresik.

Seharusnya, mereka datang dengan dokumen yang lengkap dan bisa dipertangungjawabkan. Seharusnya mengantongi visa kerja.

Saat ini, Pemprov Jatim bersama tim gabungan dari Kementerian Hukum dan HAM, dari kepolisian, dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) tengah berkoordinasi. Selain mengawasi dan memperketat gelombang kedatangan WNA di Jatim juga telah melakukan sweeping.

Para WNA yang overstay itu tidak dibenarkan bekerja di Jatim. Padahal sesuai aturan, tidak boleh tenaga kerja asing bekerja di Indonesia tanpa mengantongi berkas izin dari pemerintah pusat, dan juga izin dari pemerintah daerah.

Terlebih hanya dengan visa kunjungan wisata. "Kami masih terus gali, seperti yang terjadi Gresik itu. Apakah mereka memang tenaga ahli atau bukan," kata Gus Ipul.

Selain kelengkapan dokumen keimigrasian, mereka harus dimonitor karena bisa mengancam tenaga kerja lokal. Kalau mereka tidak punya berkas akan kena sanksi.

Sanksi yang terberat adalah sanksi deportasi. Pihak imigrasi akan melakukan pemulangan paksa pada tenaga kerja asing illegal tersebut.

Seperti tahun 2015 lalu, Jawa Timur sudah memulangkan paksa tenaga kerja asing sebanyak 14 orang. Untuk tahun 2016, dikatakan Gus Ipul saat ini masih direkap. “Kami berharap mudah-mudahan WNA yang melanggar berkurang. Pekerja asing ilegal juga harus diminimalisasi dengan pengawasan ketat," tambah Gus Ipul.

Diharapkan, ada peran aktif dari masyarakat ikut memonitor WNA. Jika ada WNA yang bekerja dalam waktu yang lama dan tidak bisa berbahasa Indonesia maka harus dilaporkan.

Baik lapor ke pemerintah daerah setempat maupun ke pemerintah provinsi. Sebab sesuai aturan, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia. Saat ini laporan resmi yang sudah masuk disampaikan ada 70 WNA yang masuk ke Jatim. Namun separo dari jumlah tersebut tidak lengkap berkas perizinannya. Saat ini kasus tersebut sedang ditindaklanjuti.

Secara nasional, ada sebanyak 2 juta tenaga kerja dari Tiongkok yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Dan dari jumlah itu pasti ada sekian persen yang tidak beres izinnya.

Disnakertransduk Jatim melaporkan bawa terdapat pelanggaran. Ada yang belum punya izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan separuhnya masih dalam proses perpanjangan.

Disnakertransduk Provinsi Jatim mengakui ada 76 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Wuhan Engineering. Mereka inilah yang menggarap proyek di pabrik Urea dan Amoniak milik salah satu BUMN di Gresik.

Sejak April hingga November  2016 ada TKA 76 orang asal China. Perusahaannya ada tiga kontraktor. "Pada Juni 2016 tim kami sudah turun melakukan pengawasan," kata Kadisnakertransduk Jatim Sukardo.

Hasil pengawasan pihaknya diketahui bahwa dari 76 orang TKA itu, untuk izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih berlaku hanya 32 orang TKA. Sedangkan sisanya 44 orang TKA masih proses perpanjangan alias masih diurus. Disnakertransduk juga men-sweeping mereka.

Sukardo menegaskan, tim pengawas sudah turun melakukan pemeriksaan apakah ada kesesuaian IMTA dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Diskusi dan pemutaran film 'Calalai-In Betweenness' yang sedianya digelar di Institut Francais Indonesia (IFI) Surabaya dibatalkan. Pembatalan diduga terkait izin dan kehawatiran akan kejadian yang tidak diinginkan.

Acara sedianya digelar pukul 18.30 WIB di IFI di Komplek AJBS di Jalan Ratna 14, Rabu (16/11/2016). Tetapi auditorium yang menjadi tempat acara terlihat sepi, tidak ada tanda-tanda akan ada acara di lokasi tersebut. Pintu auditorium tertutup dan terkunci. 

Secarik kertas putih tertempel di pintu. Di atas kertas itu terbaca tulisan 'Acara malam ini dibatalkan'. Tidak ada petugas atau panitia acara yang bisa ditemui.

Agus, salah seorang petugas keamanan mengatakan bahwa siang dan sore tadi, di lokasi acara kedatangan sejumlah polisi berpakaian preman. Mereka terlihat berbicara dengan pihak IFI.

"Ada polisi berpakaian preman datang ke sini. Sepertinya mereka dari Polrestabes Surabaya," kata Agus.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Dafar mengatakan bahwa acara di IFI Surabaya memang batal. Bukan polisi yang membatalkan, tetapi pemilik lokasi yang tidak mengizinkan dengan dalih acara ternyata belum berizin.


"Setelah mendapat informasi ada acara tersebut, kami melakukan pengecekan. 
Ternyata acara itu tak ada izinnya," kata Lily.

Lily mengatakan, anggota memang datang ke lokasi dan mengatakan kepada pihak IFI bahwa acara Diskusi dan Movie screening Calalai-In Betweenness tersebut tak berizin. IFI kemudian menanyakan ke pihak panitia dan mendapat keterangan bahwa acara itu memang belum mendapat izin.

"IFI akhirnya tidak mengizinan karena tidak mau menanggung risiko" ujar Lily.

Risiko yang dimaksud, kata Lily, adalah adanya kemungkinan pihak-pihak tertentu yang dikhawatirkan akan merusak atau membubarkan acara dengan 
kekerasan. Acara di IFI tersebut diaku Lily memang berpotensi mengundang pihak-pihak tertentu yang tak ingin acara itu digelar.

Film Calalai-In Betweenness yang disutradarai Kiki Febriyanti ini bercerita tentang keberadaan calalai yakni seorang perempuan maskulin dalam budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Selama berabad-abad, masyarakat Bugis telah menerima keragaman gender dan percaya bahwa manusia terdiri dari lima jenis gender yakni oroane (laki-laki), makkunrai (perempuan), calalai (perempuan berpenampilan laki-laki), calabai (laki-laki berpenampilan perempuan), dan bissu (yang menghimpun ciri-ciri dari keempat gender yang lain). 

Acara ini juga menggelar diskusi dengan pembicara Aan Anshori, Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur. Diskusi akan mengupas apakah Islam Nusantara toleran terhadap kergaman gender dan seksualitas di Indonesia.

Movie screening dan diskusi ini diselenggarakan sebagai bagian dari 'One Day One Struggle' dan kampanye International yang dilakukan setiap November oleh Coalition for Sexual and Bodily Rights in Muslim Societies (CSBR). Tiga lembaga yang mensponsori acara tersebut adalah GAYa Nusantara, (CSBR), dan IFI

Pendiri GAYa Nusantara Dede Oetomo enggan memberikan komentar terhadap batalnya acara ini. "Mohon maaf, berdasarkan kesepakatan dengan IFI, saya belum bersedia memberikan komentar," kata Dede.

Belum ada konfirmasi dari Aan Anshori. Tetapi Aan menulis perihal pembatalan acara tersebut di laman facebook nya. Berikut yang disampaikan Aan.

Dear Kawan2,
Rencananya, pukul 19.00 ini saya akan menghantar diskusi dalam acara nonton bareng film dokumenter 'Calalai: In Betweeness', sebuah film tentang sosok perempuan Bugis di Sulawesi Utara, karya Kiki Febriyanti. 

Saya sendiri akan mengulasnya dari perspektif Islam Nusantara. Acara yang rencananya akan digelar di Institut Francais Indonesia di Surabaya tersebut secara mendadak dibatalkan panitia. Kabarnya, pembatalan tersebut dikarenakan ada keberatan dari kelompok-kelompok intoleran.

Saya sangat menyayangkan pembatalan tersebut. Ini adalah kado pahit, apalagi bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional. Pemutaran film tersebut juga merupakan bagian dari kampanye One Day One Struggle --sebuah jaringan kerja masyarakat sipil yang bergerak dalam isu pemenuhan hak-hak dasar bagi kelompok minoritas seksual.

Saya merasa negara ini sudah dikuasai kawanan begundal yang merampas hak publik untuk berdiskusi dan berproses secara intelektual. Aparat hukum juga sangat terkesan lunglai dan tak berdaya menghadapi mereka. Saya memprotes keras aksi-aksi intoleransi yang menyebabkan gagalnya acara ini.

Aan Anshori
Kordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Hingga pengujung tahun ini, Frontage road A Yani sisi Barat masih menyisakan enam persil. Enam bangunan rumah itu hingga kini masih berdiri dan memilih bertahan. Menurut Kepala Dinas PU dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati keenam warga itu minta nilai tinggi untuk ganti rugi. "Masak 1 meter persegi minta Rp 30 juta," ungkap Erna, Selasa (15/11/2016).

Memang tak semua minta harga segitu untuk ganti rugi Pembangunan proyek jalan Frontage A Yani Surabaya. Ada pula sisa warga yang meminta Rp 20 juta per meter. "Saat ini masih menyisakan sekitar enam rumah warga yang tetap bertahan. Namun kami akan eksekusi dengan harga konsinyasi tahun ini," tambah Erna.

Semua pengadaan lahan untuk ruas jalan frontage road sudah harus tuntas 2016. Sama dengan proyek jalan kembar Wiyung, pengadaan lahan harus kelar tahun ini. Bahkan enam lahan sisa di frontage road akan dieksekusi secepatnya. Selain enam persil yang kemarin dieksekusi, Frontage road sisi barat Dolog juga menyusul akan dieksekusi.

"Semua pengadaan lahan harus tuntas tahun ini," tandas Erna. Erna menuturkan bahwa harga untuk sisa frontage itu akan berlaku harga konsinyasi. Dia belum mau menyebutkan kapan pelaksanaan ekskekusi untuk enam Persil di frontage road. Saat ini, frontage road Jl A Yani masih menyisakan toko ban dan lima rumah lain di sekitar Bundaran Dolog. Sebelumnya, enam persil milik warga di Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung akhirnya dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (14/11/2016).

Eksekusi ini dilakukan setelah Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya mengajukan konsinyasi pembebasan lahan warga. Mereka menolak harga appreisal yang diajukan Pemkot. Erna menuturkan penyelesaian Jalan Wiyung masih kurang sekitar 3 km. Enam Persil di Kelurahan Wiyung dan tiga persil di kelurahan Babadan.

Dana Rp 11,5 miliar konsinyasi telah dititipkan ke PN untuk Wiyung. Nilai uang yang ditetapkan ini tidak akan berubah meski diambilnya saat ini ataupun tahun depan.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Selain mengerjakan sandal, warga di kawasan Jl Putat Jaya ini juga membuat kaos, membatik, dan membuat krupuk samiler. Ahmad Arif, Direktur CV Indana yang mengkoordinir warga kawasan Putat Jaya tersebut berharap, sandal produksi warga Putat Jaya ini tak hanya jadi sandal kamar, tetapi diharapkan juga bisa jadi suvenir yang dikoleksi tamu.

Karena itu, Yunus, Camat Sawahan mencoba minta ijin pada Ary Risdijawan agar bisa menempelkan ‘logo’ sebagai pengenal di salah satu bagian sandal tersebut. “Supaya nanti tamu tahu kalau sandal yang mereka pakai adalah produksi Putat Jaya. Siapa tahu nanti mereka tertarik dan pesan, misalnya untuk suvenir hajatan mantenan,” bebernya.

Permintaan itu kontan disepakati oleh Ary Risdijawan. “Asal dipertimbangkan nilai estetikanya sehingga tetap enak dipandang,” begitu pesannya. Dalam kesempatan itu, Yunus pun sempat melontarkan keinginannya agar manajemen Maxone Tidar menyediakan ruang pamer untuk batik buatan warga Putat Jaya. “Kami juga punya produk krupuk samiler. Semoga nantinya bisa masuk di kamar-kamar Maxone,” harapnya.

Sebelumnya, menurut Arif, pihaknya juga menerima pesanan untuk suvenir anak-anak yang dibagikan di sebuah acara di THR Mall Surabaya. "Sebetulnya produk yang dihasilkan warga Putat Jaya sudah banyak dan beragam. Diantaranya adalah minyak rambut. Kami tinggal cari pemasarannya saja," cetus Yunus. Selain terus menggerakkan warga dalam kegiatan UKM, Yunus mengaku juga membenahi kondisi fisik di kawasan bekas lokalisasi tersebut.

"Sebab rasanya percuma kalau hanya menggiatkan UKM sementara fisik kampungnya tetap seperti yang lama. Orang pasti enggan datang," tandasnya. Secara bertahap, Yunus membuat kampung di kawasan Putat Jaya itu makin berwarna-warni. Selain menghias dinding, jalanan yang berupa paving pun dihias pula sehingga makin semarak.

"Memang tak bisa cepat. Perlahan tapi pasti, karena di kawasan ini ada lima RW. Dan ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu dukungan banyak pihak, terutama dari pihak hotel seperti yang dilakukan Maxone ini," beber Yunus.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Makin menumpuk barang bawaan yang saat ini diamankan di Bandara Juanda Surabaya. Barang-barang bawaan itu milik penumpang yang tertinggal di setiap sudut terminal. Mulai dari lobi bandara, ruang tunggu, ruang Lounge, Cafe, hingga kamar kecil. Biasanya barang-barang itu dibiarkan tergeletak di tempat-tempat tersebut dan oleh petugas diamankan.

Humas PT Angkasa Pura 1 Juanda, Anom Fitranggono menuturkan hampir setiap saat selalu ada tas yang tertinggal. "Hampir semua tas yang tertinggal di bandara selalu tetap utuh beserta isinya," kata Anom, Selasa (15/11/2016). Barang-barang bawaan itu oleh petugas akan diamankan petugas Aviation Security atau satpam Bandara Juanda yang mengamankan semua barang bawaan itu.

"Biasanya diamankan saat petugas keliling dan patroli rutin. Ada juga yang diantarkan petugas cleaning Service melaporkan ke Avsec," tambah Anom. Ada kecenderungan penumpang di Bandara Juanda lupa membawa tas bawaan mereka. Ada yang karena memang mereka tergesa-gesa. Ada pula yang mereka ketiduran dan kelelahan menunggu penerbangan.

Apalagi saat jam-jam sibuk penerbangan pada pagi hari atau saat peak season saat long weekend. Penumpang lebih banyak lupa akan barang bawaannya. Saat diberi tahu kalau pesawat yang ingin membawanya terbang mulai boarding, mereka akan cepat-cepat bangkit dari tempat duduk menuju boarding. Ada pula yang ketiduran dan lupa.

"Ada baiknya memang tas atau barang bawaan yang tidak masuk bagasi selalu dipegang terus. Kalau digeletakkan ada kecenderungan lupa. Bukan hilang karena dicuri di bandara. Kami jamin bandara ini aman," kata Anom. Meski tertinggal pun, penumpang tenang saja. PT Angkasa Pura 1 Juanda menjamin bahwa selama barang itu tertinggal dan tidak ada penumpang lain yang mengambil, dijamin barang itu tetap utuh.

Pengelola Bandara Juanda itu memastikan bahwa semua barang bawaan dan seluruh isi tas akan tetap utuh saat diamankan petugas. Penumpang yang merasa kehilangan atau ketinggalan tas bisa menghubungi petugas Avsec Bandara Juanda.

Berikut nomor telepon yang bisa dihubungi untuk seluruh penumpang. Petugas menyediakan posko untuk kehilangan dan ketinggalan barang bawaan itu do Posko Security Terminal 1 yakni 031-2986350. Sedang terminal 2 adalah 031-2986700.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Tujuh debt collector PT JGO Suses Bersama Surabaya dibekuk petugas Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya, Senin (14/11/2016). Mereka adalah Wahyu Margahadi (46), warga Jl Kedung Klinter Surabaya, Sudiyono (34),warga Tembok Gede Surabaya, dan Romadon Eko (19), warga Perum Pranti Baru Sidoarjo. Selanjutnya Setyohadi (38), warga Banjar Sugihan Surabaya, Havivi (29), warga Siwalankerto Surabaya, M Toha (35), wargaa Tenggumung Surabaya, dan Alfian (21), warga Banyu Urip Surabaya.

Mereka ditangkap polisi di Jl Diponegoro Surabaya lantaran menghentikan secara paksa dan merampas motor milik Abdul Rosyid. Saat itu, Abdul Rosyid sedang menggendarai motor Honda Beat dengan nomor polisi L 6577 GY milik Adi Susanto melintas di Jl Diponegoro, Senin (14/11/2016) pukul 14.00 Wib.

Tanpa diduga, tiba-tiba Abdul Rosyid dihentikan kawanan debt collector dipimpin Setyohadi. Setyohadi dkk hendak merampas motor yang dibawa Abdul Rosyid, lantaran dianggap menunggak angsuran kredit. Mereka mengajak Abdul Rosyid ikut dan hendak dibawa ke salah satu lembaga pembiayaan keuangan. Karena sepeda pinjaman, Abdul Rosyid mencoba menghubungi sang pemilik motor, Adi Susanto. Tapi para kawanan debt collector terus memaksa dan terjadi adu mulut dan ribut.

Saat adu mulut itulah ada anggota Unit Tipiter Satreskrim Polrestabes Surabaya yang sedang melintas di Jl Diponegoro. Akhirnya Setyohadi dkk diamankan dan dilakukan pemeriksaan diketahui surat tugas Setyohadi dkk sudah habis. “Kami melakukan penangkapan tujuh debt collector, karena melakukan aksi anarkis dan sweeping pengendara motor. Alasannya angsuran kreditnya bermasalah. Ini tidak boleh dilakukan para debt collector,” kata AKBP Shinto Silitonga, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (15/11/2016).

Shinto mengimbau, masyarakat jangan takut menghadapi debt colllector yang melakukan sweeping dan berusaha mengambil paksa kendaraan karena itu tindakan melawan hukum. “Debt collector tidak berhak mengambil paksa barang dari seseorang, kendati angsuran kredit bermasalah. Seharusnya lembaga pembiyaan mengajak petugas (polisi) untuk melakukan penyitaan barang,” jelas Shinto.
Atas tindakan yang dilakukan para dept collector, polisi bakal mnjerat dengan pasal 368 KUHP atau 335 KUHP tentang tindakpidana pemerasan atau perbuatan tidak menyenangkan. Ancaman hukumannya selama sembilan tahun penjara.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Perjalanan Surabaya menerapkan e-procurement ternyata tak mudah. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahkan pernah diancam dibunuh karena ingin menerapkan sistem berbasis online ini.

"Ada saja ancamannya waktu itu," ujar Risma dalam sambutannya saat Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Implementasi e-Government Pemerintah Kota Surabaya dan Pelayanan Perizinan Terpadu Berbasis Elektronik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Balai Kota Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Risma bercerita, saat itu sekitar tahun 2013 ia menjabat sebagai Kepala Bappeko Surabaya. Ia mengajukan program e-procurement, sebuah sistem aplikasi online untuk meningkatkan fungsi administrasi dan efisiensi biaya.

Namun Plt wali kota saat itu menolaknya. Tak hanya menolak, Plt tersebut mengancam akan memindahkan bahkan memecat Risma bila program itu diteruskan. Risma mengaku tak peduli dengan ancaman itu dan tetap meneruskan programnya karena demi Kota Surabaya.

Risma kemudian menghubungi Agus Rahardjo yang saat itu menjabat di Bappenas dan saat ini menjabat sebagai ketua KPK. Agus pun mengapresiasi niat Risma dan menyarankan meneruskannya.

Namun niat Risma itu masih belum lancar. Risma selanjutnya kerap menerima ancaman dan teror. Telepon rumahnya tak henti berdering bahkan pada dini hari sekalipun. Telepon rumahnya pun disadap. "Saya kemudian meminta perlindungan Kapolwiltabes Surabaya yang saat itu dijabat Ade Rahardja. Dan Pak Ade menjamin keselamatan saya," kata Risma.

Kini Risma lega bahwa e-procurement yang terwujud dalam e-government sudah mengisi lini birokrasi Pemkot Surabaya. Dan Risma juga bangga bahwa birokrasi berbasis online Pemkot Surabaya diimplementasikan oleh pemerintah daerah lain.

"Sekarang tak usah takut karena sudah terlindungi hukum. KPK juga mengawasi," tandas Risma.

Sumber: Detik
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik


Jatimevent.com - Banjir bandang yang melanda Garut, Selasa (20/9/2016) malam dan menelan belasan korban jiwa membuat Pemkot Surabaya tergerak untuk memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, makanan, pakaian, selimut, dan kebutuhan lainnya.

Bertempat di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/9/2016), bantuan tersebut dikemas untuk dikirimkan ke Kabupaten Garut. "Ini bantuan awal dari Pemkot Surabaya, untuk sedikit meringankan beban para korban banjir bandang di Kabupaten Garut. Tentunya kami juga membuka posko bantuan nanti," kata Kepala Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya Sumarno, Kamis (22/9/2016).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Garut, Selasa (20/9/2016) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Bencana tersebut disebabkan hujan deras mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB sehingga mengakibatkan meluapnya Sungai Cimanuk yang membelah wilayah Garut.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Ratusan kader yang memenuhi arena Musda PAN Surabaya kompak menyuarakan Katua DPW PAN Jatim Masfuk calon gubernur Jatim. Teriakan itu menggema di arena Musda partai berlambang matahari bersinar yang berakhir, Kamis (22/9/2016) dinihari.

"Pak Masfuk... Gubernur! Pak Masfuk... Gubernur! Pak Masfuk... Gubernur!" Demikian teriakan itu terus menggema di Hotel Sahid Surabaya. Berkali-kali teriakan penyemangat itu terus berulang. Suasana pun makin hangat. Setiap usai tampil dan mengakhiri pernyataan di hadapan kader dan pengurus DPD PAN, teriakan itu berulang.

Mantan bupati Lamongan dinilai layak maju dalam Pilgub Jatim pada 2018 mendatang. Sosok yang pernah mengubah wajah tandus Lamongan menjadi daerah yang berhasil ini memang digadang-gadang jadi calon gubernur dari partainya. Saat ditemui, Masfuk mengapresiasi semangat kadernya yang spontan meneriakkan calon gubernur untuk dirinya.

"Saya apresiasi mereka. Itu bagian dari penyemangat. Tapi sebaiknya jangan dulu bicara Pilgub lah. Masih lama," ucapnya. Soal maju Pilgub itu, partainya memiliki mekanisme sendiri untuk menentukan calon. Ketua DPW PAN jatim ini akan tunduk apa gang menjadi haris aturan partai. Termasuk harus patuh apa yang menjadi keputusan DPP PAN.

Tentu tidak sembarangan untuk menentukan calon gubernur nantinya. Selain kekuatan sosok, kompetensi dan kapabilitas akan dilihat. Tingkat popularitas dan elektabitas bahkan menjadi yang terpenting. "Kalau nanti partai memberi mandat dan amanat saya sebagai calon gubernur, saya siap. Tapi biarkan saya membesarkan partai saya dulu. Terlalu jauh kalau urusan Pilgub," ucap Masfuk sambil tertawa.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Sertifikasi dosen menjadi tanda seorang dosen tersebut profesional, memiliki integritas, bermoral tinggi dan berdaya saing. Sertifikasi dosen merupakan uji kompetensi bagi dosen yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional. Untuk mendapatkan sertifikasi dosen, dosen yang telah bekerja selama 2 tahun harus memenuhi penilaian yang mencukupi.

Menurut Kepala Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Ketenagakerjaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII, Sudaryanto, gagalnya para dosen ini di antaranya karena rendahnya nilai deskripsi diri, nilai gabungan seperti Bahasa Inggris, dan nilai kompetensi.

Secara nasional 1.580 dosen dari 4.512 dosen dinyatakan tidak lulus karena nilainya rendah. Sedangkan di wilayah Kopertis VII terdapat 116 dosen dari 401 dosen yang tidak lulus.

“Ada yang gara-gara plagiat sehingga nilai gabungannya rendah. Ada juga karena nilai bahasa Inggrisnya,” jelasnya kepada reporter SURYA.co.id, Sulvi Sofiana, Rabu (17/8/2016). Dikatakannya, sebagian besar penyebab gagalnya para dosen itu karena copy paste atau plagiat saat mendeskripsikan diri mereka.

Deskripsi diri merupakan tulisan naratif. Isinya gambaran tentang mengenai diri mereka, bagaimana mereka kelak, dan mau seperti apa. Padahal hal ini sebagai dasar penggambaran diri seseorang.

“Untuk ikut sertifikasi dosen juga diajukan universitas baru diserahkan ke kami dan diajukan ke kemenristek. Yang tidak lulus nanti bisa daftar lagi tahap kedua,” terangnya. Sertifikasi dosen ini, lanjutnya, sudah berjalan sejak tahun 2008. Dosen yang lulus sertifikasi, selanjutnya menerima tunjangan sertifikasi dengan besaran yang sudah disetarakan antara dosen PNS ataupun dosen yayasan.

“Penyetaraan biasanya penyetaraan pangkat. Misalkan golongan 3 b, merupakan dosen awal, untuk masa kerja 2 tahun, tunjangannya disetarakan dengan gaji pokok PNS sebesar Rp 2.491.700, tiap bulannya,” terangnya.

Rektor Universitas Widya Kartika Surabaya, Murpin Josua Sembiring, juga mengungkapkan rendahnya nilai gabungan membuat 1 dari 5 dosen yang diusulkan gagal mendapat sertifikasi.

“Kalau dosen saya nilai bahasa Inggrisnya rendah. Nanti kami ajukan lagi,” lanjutnya.
Dari sekitar 75 dosen di kampusnya, menurutnya masih ada dosen yang belum mendapat sertifikasi dengan anggapan tunjangannya tidak seberapa besar. Hanya, Murpin tetap mewajibkan dosennya untuk mengikuti sertifikasi saat sudah memenuhi syarat.

“Wajib sebagai bentuk kepastian kemampuan dosen itu dalam mendidik dan kompetensinya. Kalau sejak saya memimpin tahun 2013 sudah ada 17 dosen yang mendapat sertifikasi,” lanjutnya. surya.co.id
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Kota Surabaya sekarang memiliki fasilitas Command Center atau ruang kendali darurat untuk mengatasi segala masalah yang terjadi dengan cepat. Pelayanan pengaduan yang bersifat darurat itu sebenarnya sudah diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada 26 Juli lalu. Evaluasi terus dilakukan agar pelayanan yang diberikan semakin prima.

Sebanyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilibatkan, diantaranya Satpol PP, Bakesbangpol dan Linmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Pemadam Kebakaran.

Risma mengatakan, selama ini masing-masing dinas yang menangani masalah darurat punya posko sendiri-sendiri. Dengan adanya command center, dinas-dinas tersebut akan disinergikan dalam satu ruangan untuk menerima laporan masyarakat dan memantau kondisi kota selama 24 jam.

Wali Kota Risma pun usai upacara Hari Kemerdekaan ke 71 Republik Indonesia menengok Command Center. Risma mencoba menggunakan handphone mmenghubungi nomor comment center 112 untuk menguji kesigakan petugas yang bersiaga. Lima petugas yang bersiaga ditanya satu persatu. Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas yang didukung teknologi ini cukup mampu memangkas proses birokrasi jika menghadapi keluhan publik.

"Biasanya kita ada 3 proses. Nah sekarang tinggal 2 proses. Kalau perangkat dan infrastruktur pendukung yang saya kehendaki sudah jadi, nanti bahkan bisa 1 proses saja. Jadi laporan darurat dari masyarakat bisa ditanggapi dengan lebih cepat," jelas Risma, Rabu (17/8/2016).

Command center telah efektif melayani masyarakat melalui nomor pengaduan 112. Nomor tersebut dapat diakses 24 jam dan bebas pulsa. Harapannya, melalui command center ini, seluruh laporan darurat masyarakat dapat terpusat dan memudahkan untuk penanganan maupun pengolahan datanya.

Ruang Command Center itu berada di lantai 2 gedung eks-Siola. Ruangan tersebut dilengkapi fasilitas beberapa layar pantau untuk monitoring kondisi kota. Selain itu, sistem aplikasi penanganan laporan juga memudahkan petugas untuk menindaklanjuti setiap aduan dari warga.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap para petugas yang bersiaga di Comment Center bisa melakukannya dengan sigap dan cepat dalam melanjutkan informasi dari masyarakat yang melapor ke 112.

"Para petugas di sini wajib mempunyai nomor instansi terkait agar ketika mendapat laporan kejadian bisa cepat penanganannya," harap Risma. Tak hanya menindaklanjuti laporan, Risma juga mengimbau kepada petugas yang bertugas segera menyiarkan melalui media sosial agar warga lainnya bisa mengetahui.

Ia mencontohkan, jika ada genangan air di titik tertentu untuk segera laporkan ke instansi terkait dan segera informasikan melalui media sosial agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Kamu harus update ke media setelah dapat informasi itu, supaya masyarakat tahu. Termasuk ketika ada genangan yang tidak bisa dilewati, kemudian jalan macet yang tidak bisa dilewati," pinta Risma.

Bagi Risma, keberadaan Command Center cukup vital untuk sebuah kota besar yang kompleks dengan berbagai permasalahannya. Sebagai wali kota, kata Risma, harus bisa mendapatkan informasi akurat, cepat dan benar sehingga akan bisa mengeluarkan solusi.

"Command Center ini mata, telinga, kaki, tanganku. Jadi dari keluhan yang masuk segera dicarikan solusi dengan cepat," kata Risma yang janji akan memantau terus menerus pengaduan warga melalui 112 itu.

Risma juga meminta kepada petugas piket di Command Center untuk menerima semua keluhan dan pengaduan masyarakat tanpa pandang bulu dan meresponnya dengan ramah serta bijaksana.

"Jika ada informasi masuk jangan ragu-ragu disalurkan untuk mendapatkan solusi. Jangan berpikir itu palsu atau benar, segera dishare ke bagian terkait sembari mengkroscek keakuratannya. Tindak lanjuti dulu yang terpenting," kata Risma mengingatkan.

Karena fasilitas Command Center ini tergolong baru, maka Risma menyemangati petugas piket untuk berlatih bersabar menghadapi warga yang mengadukan persoalan.

"Listrik padam saja ada yang laporan ke 112 kok, jadi harus sabar dan nanti juga terbiasa," kata Risma. detikcom
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

JANGKAR (Ajang Karya Tulis Ilmiah Nasional)

Tema:
Teknologi Tepat Guna Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Dan Kelautan Demi Tercapainya Kesejahteraan Masyarakat Pesisir.

Sub Tema:
1. Budidaya Perairan
2. Teknologi Penangkapan Ikan
3. Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan
4. Manajemen Sumber Daya Perikanan dan Kelautan

Timeline:
Pendaftaran:
  • Gel 1 = 20 Juli - 18 Agustus
  • Gel 2 = 19 Agustus - 9 September
  • Gel 3 = 10 September - 26 September
  • Tahap Seleksi : 27 September - 20 Oktober
  • Pengumuman Finalis : 21 Oktober
  • Konfirmasi Kedatangan : 27 Oktober
  • Presentasi Finalis : 12 November

Hadiah:
  • Juara 1 - 2.000.000 + sertifikat + buku abstrak koi
  • Juara 2 - 1.500.000 + sertifikat + buku abstrak koi
  • Juara 3 - 1.000.000 + sertifikat

More info:
  • Line = @oxi9603s
  • Instagram = semnaslkti2016
  • Facebook = Semnas Lkti Fpk Unair
  • Web = http://event.fpk.unair.ac.id
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak bermaksud meremehkan Surabaya yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini. Klarifikasi itu disampaikan untuk meluruskan pernyataan Ahok, sapaan Basuki, kemarin yang menyinggung Surabaya sebatas Jakarta Selatan. Risma yang mendengar ucapan Ahok dari Surabaya pun menggelar konferensi pers dan menyatakan tak terima ucapan Ahok.

Ahok menjelaskan maksud perbandingan antara Surabaya dan Jakarta Selatan yang dia singgung bukan perkara urusan luas wilayah. Maksud perbandingan Ahok adalah wilayah administrasi, sehingga Surabaya setara dengan Jakarta Selatan.

"Wali kota sama gubernur beda nama loh. Jadi itu yang saya maksud, Surabaya itu setaranya itu kayak Jakarta Selatan, kan sama-sama kota. Jadi bukan mau meremehkan Surabaya, bukan saya mau mengecilkan Ibu Risma, apalagi mau menyakiti orang Surabaya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/8).

Ahok mengaku kaget mengetahui Risma marah di media. Dia tak pernah terpikir Risma akan bersikap seperti itu. Akibat ucapannya itu, dia menerima banyak kritikan dari orang-orang terdekatnya karena dianggap mencari musuh. Ahok juga mengaku banyak belajar dari Risma yang memimpin Surabaya. Penertiban Kalijodo menurutnya berkaca dari penertiban kawasan Doli di Surabaya. 

Ahok bahkan mengaku sempat mengutus anak buahnya untuk mempelajari banyak hal di Surabaya, antara lain tentang tata kelola anggaran melalui sistem e-budgeting dan izin online yang diterapkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Terlepas dari klarifikasinya, Ahok mengaku tak perlu melayangkan permintaan maaf kepada Risma karena dirinya merasa tak bersalah. Ahok menganggap ucapannya itu merupakan contoh dialog yang bakal dikeluarkannya saat debat kampanye jika berhadapan dengan Risma di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

Alih-alih meminta maaf, Ahok justru menyarankan agar tim komunikasi Risma tak terlalu cepat membaca berita yang provokatif di media. Dia meminta agar tim Risma untuk menonton video yang sudah diunggah ke YouTube agar dapat menangkap konteks dan maksud pembicaraannya dengan jelas.

Ahok sebelumnnya menyatakan kesiapan beradu debat program sekiranya Risma turut terjun bertarung memperebutkan kursi DKI I di ajang Pilkada 2017.

Perbandingan antara Surabaya dan Jakarta Selatan saat itu disampaikan oleh Ahok dalam konteks perbandingan program kerja, seperti Surabaya memiliki trotoar yang rapi, sementara Jakarta tidak. Ahok pun mengaku sudah menyiapkan jawaban untuk itu.

"Kami akan jelaskan kepada masyarakat, Surabaya itu cuma Jakarta Selatan, gitu loh. Ini bukan cuma Jakarta Selatan ini, ini utara, pusat, timur, barat, itu beda gitu loh," tutur Ahok, kemarin.

Surabaya Tersinggung

Usai Ahok melayangkan pernyataannya tersebut, Risma di tempat terpisah merespons dalam gelaran jumpa pers. Menurut dia, pernyataan Ahok yang menyebut keberhasilan Surabaya membangun pedestrian sebagai keberhasilan kecil di wilayah seukuran Jakarta Selatan, bisa membuat warga Surabaya tersinggung.

"Aku juga warga Surabaya yang punya harga diri," kata Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya di Surabaya, seperti diberitakan Antara, kemarin.

Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok sama saja menghina dan merendahkan harga diri warga Surabaya. Risma memperlihatkan data bahwa luas Surabaya itu 374 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 661,5 kilometer persegi.

"Jadi Surabaya itu separo lebih dibandingkan Jakarta," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, kalau dibagi rata enam wilayah Jakarta, maka Jakarta Selatan luasnya hanya sekitar 120 kilometer persegi. Maka otomatis Risma menjawab bahwa Surabaya tidak sama luasnya dengan Jakarta Selatan.

Tidak hanya soal luas, Risma juga menegaskan bahwa di Surabaya ia sendirian menjabat wali kota. Namun di Jakarta Ahok dibantu oleh lima wali kota dan satu bupati, sedangkan untuk anggaran belanjanya pun Kota Surabaya sebesar Rp7,9 trilliun dengan total penduduk sebanyak 2,9 juta jiwa.

Sedangkan Jakarta anggaran belanjanya sebesar Rp64 trilliun dengan total penduduk 10 juta orang. "Jadi ini bukan masalah pencalonan gubernur atau tidak. Tapi kalau begini saya jadi harus ngomong. Kenapa Surabaya diserang terus, kalau begini kan Surabaya dihina. Kalau warga Surabaya marah bisa bahaya makanya saya memutuskan untuk komentar lebih dulu," kata Risma.

Lagi pula, lanjut dia, persaingan pilgub DKI Jakarta menurut Risma tidak sepatutnya membawa bawa kota Surabaya, terlebih dengan mencecar Risma dari banyak aspek seperti saat ini. Bahkan Risma juga mengatakan seharusnya Ahok tidak perlu khawatir dan takut kalah.

"Aku salah apa? Warga Surabaya salah apa? tidak usah takutlah Pak AHok, wong beliaunya itu incumbent (petahana)," kata Risma.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Pharmacy on Islamic Essay Competition (PROCAIN) 2016

Tanggal Acara:
  • Pendaftaran dan pengumpulan karya : s/d 25 September 2016
  • Pengumuman seleksi : 10 Oktober 2016
  • Biaya Pendaftaran: Rp. 30.000
Deskripsi:
Hai para pejuang essay islami se-Surabaya! Event terbesar dari DKI BEM Fakultas Farmasi Universitas Airlangga telah hadir!

Dengan bangga mempersembahkan PROCAIN (Pharmacy on Islamic Essay Competition) 2016 dengan Tema: “Peran Mahasiswa Muslim dalam Membangun Kembali Peradaban Islam ditengah Krisis Moral Masyarakat”.

Ingatlah Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” – (HR. Thabrani, Daruquthni)

Maka dari itu PROCAIN memanggil seluruh mahasiswa/i se-Surabaya yang siap menjadi agent of change di tengah krisis moral masyarakat saat ini.

Subtema:
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Ekonomi
  • Sosial
  • Hukum
Timeline:
  • Pendaftaran dan pengumpulan karya : 1 Agustus – 25 September 2016 pukul 21.00
  • Pengumuman hasil seleksi : 10 Oktober 2016 via website
Syarat dan ketentaun peserta:
  • Peserta adalah mahasiswa aktif S1 / D3 semua jurusan di PTN / PTS se – Surabyaa
  • Lomba Bersifat individu atau tim dengan maksimal 2 mahasiswa dari PTN / PTS yang sama
  • Setiap mahasiswa diperkenankan menjadi ketua pada 1 tim saja dan diperbolehkan menjadi anggota dri tim lainnya
  • Setiap tim diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 karya dengan ketua tim yang berbeda
  • Esai bersifat asli dan belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam kompetisi lainnya
  • Lima finalis esai terbaik berkesempatan mempresentasikan hasil karyanya dalam rangkaian acara Tabligh Akbar DKI Fair 2016
Hadiah:
  • Juara 1 : Rp. 750.000 + sertifikat
  • Juara 2 : Rp. 500.000 + sertifikat
  • Juara 3 : Rp. 300.000 + sertifikat
  • Juara Harapan 1 & 2 : Sertifikat
Pendaftaran:
  • Formulir pendaftaran dapat diunduh di dkifair.blogspot.com
  • Formulir terisi dan karya dikirim via email ke: procainessay@gmail.com
  • Mengirim SMS konfirmasi pengiriman berkas ke nomor 089692245491
  • Biaya pendaftaran : Rp. 30.000 dikirim ke no. rek bank Mandiri 900-00-3424198-5 a.n. Astin Miranti Kusuma Indrajati dengan tujuan pengiriman “pembayaran lomba esai Pharmacy on Islamic Essay Competition 2016
  • Kirim SMS konfirmasi pembayaran ke nomor 085731352812 dengan format : PROCAIN 2016_SUDAH TRANSFER_Tanggal Transfer
Info dan kontak:
  • Telp: 085855600824 (Indi)
  • Facebook: DKI Fair
  • Twitter: @dkifair
  • Line@: @vvq8808b
  • Website: dkifair.blogspot.com
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Jawa Timur, Selasa, 9 Agustus 2016, menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Mereka menagih janji Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap memimpin Kota Surabaya hingga lima tahun ke depan.

Massa aksi itu terdiri atas ibu-ibu rumah tangga dan pengusaha perempuan. Mereka membentangkan poster bertulisan "Bu Risma Milik Arek Suroboyo", “Relawan Lingkungan Surabaya Tak Rela Bu Risma ke Jakarta”, dan beberapa poster lain.

Aksi ini juga diikuti kelompok Pemuda Surabaya (Pusura). Dari depan gedung DPRD Kota Surabaya, mereka bergerak menuju jalan di depan Balai Kota Surabaya, yakni Jalan Sedap Malam. Mereka berupaya bisa bertemu langsung dengan Risma.

Dalam perjalanan menuju Balai Kota Surabaya, yang jaraknya berdekatan dengan gedung DPRD, mereka juga meneriakkan yel-yel "Bu Risma Siapa yang Punya?". Yel-yel itu disampaikan dalam bentuk lagu yang terus diulang hingga tiga kali. "Yang punya Surabaya". Begitu yel-yel lainnya.

Ketua Aliansi Perempuan Jawa Timur Aciek Lutfianah mengatakan aksi ini digelar berdasarkan hati nurani warga Surabaya yang menginginkan terus dipimpin Risma. Bahkan ia memastikan semua warga Surabaya pasti tidak rela kalau Risma ke Jakarta. "Warga yang mendorong Bu Risma ke Jakarta itu bukan warga Surabaya. Catat itu," kata Aciek kepada wartawan di sela-sela aksinya.

Menurut Aciek, alasan yang paling utama kelompoknya ngotot ingin Risma berada di Surabaya adalah Risma pernah berjanji kepada warga Surabaya untuk memimpin hingga lima tahun ke depan. Karena itu, warga Surabaya menagihnya saat ini. "Etika politik harus ditegakkan dan harga mati Bu Risma harus tetap di Surabaya," ujarnya.

Aciek mengatakan, bila permintaan mereka tidak didengarkan, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Sebab, mereka tidak punya kepentingan apa pun, tidak dibayar, dan bebas dari partai politik. "Kami, warga Surabaya, resah atas isu Bu Risma akan dibawa ke Jakarta," ucapnya.

Aciek menjelaskan, biarlah DKI Jakarta diurus warga Jakarta. Sedangkan Surabaya harus tetap dipimpin Risma. Massa aksi ini juga berjanji akan mengawal kepemimpinan Risma hingga lima tahun ke depan dan tidak boleh ke Jakarta. "Untuk pilkada DKI Jakarta, kami tidak mau. Tapi, kalau maju mencalonkan diri sebagai presiden, kami siap mendukung." - detik
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan peredaran ribuan materai tempel palsu dengan nominal seharga Rp 6.000 dan sekaligus menangkap dua pelakunya. "Kami mendapatkan informasi tentang adanya peredaran materai palsu Rp6.000, lalu kami lakukan penyidikan sehingga pelaku teridentifikasi," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga di Surabaya, Selasa.

Dari penyidikan, polisi melakukan transaksi dan menangkap dua tersangka yakni Hendi Aprianto (30) dari Jalan Gunungsari Surabaya dan David Subroto (47) dari Jalan Sedati Agung Surabaya. "Setelah dilakukan pengecekan pada ultra violet antara materai asli dan yang disita dari tangan tersangka, banyak perbedaannya, baik dari warna, hologram, kertas dan warna tiga dimensi yang tidak muncul," katanya.

Menurut Shinto, tersangka menyatakan barang-barang tersebut diperoleh secara daring/online dengan sistem pembayaran via rekening bank untuk selanjutnya materai dikirim lewat paket. Pelaku Hendi menjual materai nominal Rp 6.000 dengan harga Rp 2.500 per biji, sedangkan untuk persediaan toko dengan harga Rp 7.000. Sementara David menjual materai yang diterimanya dari Hendi seharga Rp 3.500 per biji.

"Pelaku menjualnya kepada sales dan toko, mereka juga sudah melakukan hal itu hingga 5-6 kali," katanya. Dari tangan tersangka Hendi, polisi menyita 1.010 biji materai ditempel dengan nominal seharga Rp 6.000 yang berlogo Garuda Indonesia berwarna hijau muda dan kuning palsu atau yang dipalsukan, satu unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp 1.300, dua lem, dan satu gross ballpoint. Sementara dari tangan Davis, barang yang disita yakni 85 biji materai tempel dengan nominal Rp6.000 yang dipalsukan, satu unit telepon genggam dan uang tunai Rp 1.200.

Para pelaku dijerat pasal 257 KUHP dan masih mengejar satu lagi pelaku yang berinisial YF yang menjual materai tempel kepada Hendi. Diduga, pelaku berdomisili di luar Jawa Timur.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Warga Surabaya dinilai tidak akan mendapatkan keuntungan apapun jika Wali Kota Surabaya Dr (HC) Ir Tri Rismaharini MT., positif maju sebagai calon gubernur (Cagub) melawan petahana (incumbent) Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

Sedemikian ramainya rumor Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini itu digadang-gadang akan dapat menandingi popularitas Ahok tentunya tidak lepas dari kredibilitas sosok Risma yang memiliki nilai jual (good impressions) yang tinggi.

“Jika Risma benar-benar diperintahkan maju oleh partainya, maka jika memenangi Pilkada DKI Jakarta, yang akan mendapat keuntungan jelas warga Ibu Kota Jakarta dan partainya, PDI Perjuangan. Lha warga Surabaya dipastikan kehilangan Risma dan hanya akan mendapat kebanggaan (pride) saja,” ujar Suko Widodo, pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga, Surabaya yang dikonfirmasi, Senin (9/8).

Menurut Suko Widodo, walaupun Risma sampai hari ini masih belum memberikan jawaban pasti, dan menyerahkannya kepada takdir (kehendak) Allah SWT., karena hal itu dapat diartikan sebagai sebuah komunikasi politik yang tujuannya adalah negosiasi publik.

“Bu Risma kan ya ingin memancing reaksi publik Surabaya dan Jakarta,” ujar Suko Widodo sambil menambahkan, jika ia benar-benar diminta partainya, apakah harus benar-benar maju atau tidak, itu sangat tergantung reaksi publik.

Diakui Suko Widodo, memang tipe Risma bukanlah sosok yang terlalu ambisius dalam menggapai karier politiknya. “Semua orang memiliki ambisi, keinginan atau cita-cita, namun tidak terlalu ambisius, tidak memaksakan kehendak karena harus menghitung untung rugi politiknya,” katanya.

Risma sekarang ini bisa jadi sedang menakar, seberapa besar dukungan yang diberikan masyarakat jika ia harus dimajukan ke Pilkada DKI Jakarta dan atau sebaliknya tetap bertahan sebagai Wali Kota Surabaya. Semua itu menurut Suko Widodo pasti ingin ada pencapaian.

Guna menekan gejolak pro dan kontra yang terjadi, PDI Perjuangan sebagai induk partai pengusung Risma nantinya, seharusnya bisa meyakinkan sosok figur yang diusung maupun warga Surabaya yang sudah jelas-jelas sebagai pendukung Risma untuk tidak maju mencalonkan diri ke Pilkada DKI Jakarta.

“Ya inilah yang dinamakan negosiasi publik. Terkesan tarik-ulur. Sebab harus ada hitungan politik pula, bagaimana jika menang dan atau sebaliknya kalah. Harus ada jaminan perlindungan. Ya dong, jangan kemudian dikorbankan,” tandasnya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Artis dangdut asal Sidoarjo, Putri Pratiwi Vinata (31) segera dijebloskan ke Lapas Wanita Malang sesudah di tangkap dirumah rekannya di Dukuh Kupang XIII/1, Selasa (16/2/2016). Sebelumnya dijebloskan ke sel, artis yang mempunyai goyangan khas, yakni Goyang Kayang, ini melakukan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jawa timur).

Sepanjang melakukan pemeriksaan, Putri sekian kali tersenyum pada penyidik pemeriksa. Sesudah melakukan pemeriksaan, Putri di beri peluang menelepon seseorang. Selang beberapa saat pasangan pria serta wanita beserta anak umur sekitaran dua tahunan datang menjumpai Putri.

Putri juga di beri peluang terlibat perbincangan dengan pasangan di lorong lantai satu. Putri kembali pada ruangan pemeriksaan sekitaran 15 menit. Sedang pasangan itu segera meninggalkan gedung Kejati.

Sekarang ini melakukan pemeriksaan, Putri bikin situasi di Kejati ramai. Ini lantaran tampilan Putri tidak sama dengan tersangka yang pernah diakukan Kejati. Waktu itu Putri kenakan pakaian berlengan pendek warna biru dengan celana warna hitam. Putri lantas dibawa ke Lapas Malang sekitaran jam 20.00 WIB. Sepanjang perjalanan menuju mobil tahanan, Putri berupaya hindari dari bidikan kamera wartawan dengan memakai sweater untuk menutupi muka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kejati) Jawa timur, Romy Arizyanto mengungkapkan Putri yaitu terpidana masalah narkotika berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) nomer 1503K/Pid.Sus/2013 tanggal 23 September 2013. Dia dinyatakan bersalah serta dihukum penjara selama 6 tahun serta 6 bulan, sekalian membayar denda sebesar Rp 1 miliar.

Awalannya Putri cuma divonis satu tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang pada 2012. Dia dapat dibuktikan menjadi makelar jual-beli narkoba di Malang pada 2012. Putri lantas bebas satu tahun lalu. Namun sepanjang Putri melakukan hukuman, jaksa ajukan banding serta kasasi. Akhirnya MA memvonis Putri dengan hukuman lebih berat. Kajari Malang keluarkan perintah eksekusi pada 2015. Namun Putri menghilang sampai diputuskan sebagai buron.

Tim pemburu mengendus kehadiran Putri sekitaran sepekan lalu. sesudah di pastikan wanita dirumah itu yaitu buronan, tim pemburu segera menangkapnya. “Dia tak melawan waktu di tangkap,” kata Romy, Rabu (17/2/2016).
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Banjir luapan anak sungai Brantas meluas, Jumat (12/2/2016). Selain di lokasi Kelurahan Waru Gunung, juga merembet ke pemukiman warga di Kelurahan Karang Pilang, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya yang ada di segi barat sungai.

Bahkan juga, luapan sungai Kali Surabaya itu juga membanjiri pemukiman kampung di lokasi Kelurahan Pagesangan serta Jambangan, Kecamatan Jambangan, yang ada di segi timur sungai. Di hilir sungai Kali Surabaya yang menuju Wonorejo, Rungkut, juga merendam kampung Wonorejo. "Bila yang di kampung Wonorejo, itu luapan sungai avtur. Dari anak Kali Surabaya ada saluran avtur dibawah tanggul. Itu yang meluap," kata Hany Ismail, warga Jl Wonorejo Timur.

Sesaat ketinggian air di bantaran Kali Surabaya lokasi Karang Pilang serta Jambangan, meraih 1 meter. Sugianto, warga Jambangan, menyampaikan, intensitas curah hujan yang tinggi dan ada air kiriman dari daerah lain. “Banjir disini mulai tadi malam mas, sekitaran jam 02.00 jumat awal hari,” kata Sugianto. Pemkot Surabaya lewat Dinas Sosial sudah lakukan langkah antisipasi dengan mengevakuasi beberapa korban banjir.

Korban banjir dievakuasi ke posko pengungsian yang menyebar di banyak wilayah, seperti di balai RW, balai pertemuan RT, sampai panti bimbingan. Selain sediakan tempat pengungsian korban banjir, Dinas Sosial kota Surabaya juga sudah mempersiapkan keperluan makanan sampai MCK. 
Kepala Dinsos, Soepomo, menyampaikan kalau untuk penanggulangan bencana banjir ini, pihaknya mempersiapkan sebagian keperluan untuk korban banjir seperti, penyembuhan, perahu karet, air bersih dan obat-obatan.

“Kami telah turunkan tim untuk di tempat-tempat pengungsian di lokasi Karangpilang, Surabaya,” kata Soepomo. Akibat banjir ini, selain beberapa ratus warga mesti diungsikan, beberapa ratus tempat tinggal warga di selama bantaran anak sungai Brantas yang terendam banjir juga sangat terpaksa ditinggalkan oleh pemiliknya.
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Penjahat jalanan dengan modus berpura-pura jadi korban kecelakaan berulah lagi. Kesempatan ini modus itu berlangsung pada seseorang apoteker RSUD dr Soetomo, Husnah Anindita di Jalan Dharmahusada.

Pada Rabu (10/2/2016) pagi warga Kenjeran ini pergi kerja dari tempat tinggalnya. Korban lantas mengerti dikuntit orang tidak di kenal waktu tiba di Jalan Dharmahusada. Pengendara sepeda motor itu sekian kali memepet mobil Jazz yang dikemudikannya. "Pelaku menggedor kaca mobil saya di dekat kantor BPJS Dharmahusada," kata Husnah, Kamis (11/2/2016).

Husnah lantas hentikan laju kendaraannya, lalu pelaku turun dari sepeda motor, lalu mendekati mobil korban dengan membiarkan keadaan mesin sepeda motor masih menyala. Husnah menerangkan pelaku mengakui bila mobil yang ia kemudikan barusan menyerempet motor pelaku. Bahkan juga pelaku menyebutkan body motornya retak akibat serempetan itu. Pelaku minta korban ganti body motornya yang retak.

Selama negosiasi ini, korban pernah bertahan di mobil, serta cuma buka 1/2 kaca mobilnya. Pelaku sekian kali minta korban keluar dari mobilnya. "Saya barusan turun dari mobil, mendadak pelaku segera merampas tas saya," imbuhnya.

Husnah mengungkap pelaku berbadan tinggi, kulit hitam, serta rambut ikal. Husnah tak pernah mencatat nopol yang terdaftar di motor pelaku. Ia cuma mengingat bila pelaku mengendarai motor warna silver. "Saya tidak paham motornya matic atau manual," imbuhnya.

Akibat peristiwa itu, ia kehilangan tas diisi dua hp, satu tab, name tag pegawai, ATM, serta surat-surat penting. Korban mengalami kerugian sekitaran Rp 10 juta.