Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Sekitar 200 warga negara asing (WNA)  yang diduga pekerja ilegal kini telah menyerbu Jatim. Namun kedatangan mereka telah melanggar aturan keimigrasian. Saat ini, Pemprov Jatim memperketat pengawasan mereka. Apalagi, para tenaga kerja itu diyakini telah menyebar ke wilayah Jatim.

"Ada sekitar 200 WNA berdatangan melalui Bandara Juanda. Mereka diduga melanggar keimigrasian," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), usai menerima Wakil Duta Besar Prancis di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (16/12/2016).

Para WNA tersebut tidak diketahui secara jelas identitasnya . Dengan kata lain, mereka masuk secara illegal. Dokumen dan identitas mereka belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Data itu adalah yang masuk melaluI Bandara Juanda. Belum WNA pekerja asing yang masuk melalui bandara lain. Atau juga yang tiba dengan kereta api di Jatim.

"Tahu-tahu para WNA itu telah diketahui melakukan overstay di Jatim. Mereka masuk dengan visa kunjungan wisata," kata Gus Ipul.

Meski visa wisata, ternyata banyak di antara mereka yang memanfaatkannya untuk bekerja. Terakhir diketahui ada puluhan pekerja asing bekerja di pabrik pupuk di Gresik.

Seharusnya, mereka datang dengan dokumen yang lengkap dan bisa dipertangungjawabkan. Seharusnya mengantongi visa kerja.

Saat ini, Pemprov Jatim bersama tim gabungan dari Kementerian Hukum dan HAM, dari kepolisian, dan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) tengah berkoordinasi. Selain mengawasi dan memperketat gelombang kedatangan WNA di Jatim juga telah melakukan sweeping.

Para WNA yang overstay itu tidak dibenarkan bekerja di Jatim. Padahal sesuai aturan, tidak boleh tenaga kerja asing bekerja di Indonesia tanpa mengantongi berkas izin dari pemerintah pusat, dan juga izin dari pemerintah daerah.

Terlebih hanya dengan visa kunjungan wisata. "Kami masih terus gali, seperti yang terjadi Gresik itu. Apakah mereka memang tenaga ahli atau bukan," kata Gus Ipul.

Selain kelengkapan dokumen keimigrasian, mereka harus dimonitor karena bisa mengancam tenaga kerja lokal. Kalau mereka tidak punya berkas akan kena sanksi.

Sanksi yang terberat adalah sanksi deportasi. Pihak imigrasi akan melakukan pemulangan paksa pada tenaga kerja asing illegal tersebut.

Seperti tahun 2015 lalu, Jawa Timur sudah memulangkan paksa tenaga kerja asing sebanyak 14 orang. Untuk tahun 2016, dikatakan Gus Ipul saat ini masih direkap. “Kami berharap mudah-mudahan WNA yang melanggar berkurang. Pekerja asing ilegal juga harus diminimalisasi dengan pengawasan ketat," tambah Gus Ipul.

Diharapkan, ada peran aktif dari masyarakat ikut memonitor WNA. Jika ada WNA yang bekerja dalam waktu yang lama dan tidak bisa berbahasa Indonesia maka harus dilaporkan.

Baik lapor ke pemerintah daerah setempat maupun ke pemerintah provinsi. Sebab sesuai aturan, tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia. Saat ini laporan resmi yang sudah masuk disampaikan ada 70 WNA yang masuk ke Jatim. Namun separo dari jumlah tersebut tidak lengkap berkas perizinannya. Saat ini kasus tersebut sedang ditindaklanjuti.

Secara nasional, ada sebanyak 2 juta tenaga kerja dari Tiongkok yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Dan dari jumlah itu pasti ada sekian persen yang tidak beres izinnya.

Disnakertransduk Jatim melaporkan bawa terdapat pelanggaran. Ada yang belum punya izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan separuhnya masih dalam proses perpanjangan.

Disnakertransduk Provinsi Jatim mengakui ada 76 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT Wuhan Engineering. Mereka inilah yang menggarap proyek di pabrik Urea dan Amoniak milik salah satu BUMN di Gresik.

Sejak April hingga November  2016 ada TKA 76 orang asal China. Perusahaannya ada tiga kontraktor. "Pada Juni 2016 tim kami sudah turun melakukan pengawasan," kata Kadisnakertransduk Jatim Sukardo.

Hasil pengawasan pihaknya diketahui bahwa dari 76 orang TKA itu, untuk izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) yang masih berlaku hanya 32 orang TKA. Sedangkan sisanya 44 orang TKA masih proses perpanjangan alias masih diurus. Disnakertransduk juga men-sweeping mereka.

Sukardo menegaskan, tim pengawas sudah turun melakukan pemeriksaan apakah ada kesesuaian IMTA dengan Rencana Penempatan Tenaga Kerja Asing.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Akhir tahun 2016 menjadi momen paling menyenangkan bagi Pemkab Gresik. Bagaimana tidak, memasuki pergantian tahun ini, berbagai penghargaan tingkat nasional terus mengalir ke Kota Pudak.

Yang terbaru, Pemkab Gresik menerima penghargaan dari Kementerian Keuangan atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2015 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

Penghargaan Nasional yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani diserahkan kepada Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di sela acara penyerahan dokumen daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2017 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum’at (16/12/2016).

Artinya, di bidang pengelolaan keuangan saja, selama bulan Desember ini Gresik sudah menerima dua penghargaan tingkat nasional. Beberapa waktu lalu, Gresik baru saja menerima penghargaan Rakca dari Presiden Joko Widodo.

“Penghargaan diterima Pemkab Gresik kali ini karena dinilai berhasil dalam menyusun laporan keuangan yang meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2015,” ujar Wabup Qosim usai menerima penghargaan.

Menurut dia, keberhasilan tersebut sebagai wujud komitmen yang kuat dari jajaran pimpinan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di Gresik. “Tentunya, komitmen tersebut juga didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas pada pengelola keuangan dalam melaksanakan sistem manajemen keuangan yang semakin baik,” lanjutnya.

Sementara menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Yetty Sri Suparyatie, mengaku bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mempertahankan berbagai prestasi yang diraihnya itu.

Alasannya, penghargaan ini dapat memotivasi jajaran pengelola keuangan dalam menyusun laporan keuangan sesuai kaidah-kaidah akuntansi yang dipersyaratkan. “Selain laporan keuangan yang tepat waktu. Saat ini dalam pengelolaan keuangan Pemkab Gresik sudah e-audit dengan BPK. Dan Sistem Informasi penganggaran Keuangan Daerah (SIPKD) yang sudah online,”  urainya.

Disampaikannya pula, dalam beberapa tahun terakhir Pemkab Gresik banyak melakukan reformasi birokrasi terutama dalam pengelolaan keuangan. “Perubahan dasar dalam pengelolaan keuangan Pemerintah, yang dulu berbasis kas saat ini berbasis akrual. Hal ini dilakukan agar dalam tata kelola keuangan tersebut lebih baik dan lebih transparan sehingga lebih transparan dan akuntabel,” sambung dia.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat mobil mewah Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Bambang merupakan terduga gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun pada 2009-2012 senilai Rp 76,5 miliar. Keempat mobil tersebut disita dari rumah pribadinya yang berada di Jalan Jawa Kota Madiun, Jawa Timur pada Jumat 16 Desember 2016 malam.

Empat mobil yang disita adalah Hummer putih bernomor polisil B 11 RRU, Range Rover hitam B 111 RUE, Jeep Rubicon B 11 RUE, dan Mini Cooper putih bernomor polisi B 1279 CGY.

"Betul, telah dilakukan penyitaan terhadap empat mobil untuk tersangka BI. Yaitu, Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Wrangler," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, seperti dilansir dari Antara, Jakarta, Sabtu (17/12/2016) dinihari.

Mobil-mobil tersebut lalu dibawa oleh penyidik KPK ke markas Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Timur yang berada di Jalan Yos Sudarso Nomor 90, Kota Madiun.

Dia menjelaskan, penyitaan tersebut terkait dengan perkara yang sedang diselidiki KPK.

"Penyitaan ini terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang dianggap pemberian suap yang diterima oleh BI," kata Febri.

Sebelumnya, Bambang Irianto adalah tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan pasar besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012.

Nilai proyek pasar tersebut mencapai Rp76,523 miliar untuk anggaran tahun jamak pada 2009-2012. Bambang diduga menerima keuntungan dari proyek pasar karena memberikan pinjaman kepada perusahaan pemenang tender. Perusahaan itu lalu menggunakan perusahaan anak Bambang sebagai penyalur barang-barang proyek.

Atas perbuatan tersebut, Bambang disangka melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. KPK masih mengembangkan kasus tersebut.

Sumber: Liputan6
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Kurnia Meiga tidak tergantikan di posisi kiper utama timnas Indonesia. Walau sudah kebobolan 10 gol selama gelaran AFF Suzuki Cup 2016 ini, sudah bukan waktunya lagi mengganti formasi kemenangan timnas di laga pucak. Penampilan kiper asal Jakarta ini dalam leg pertama menuai pujian dari penikmat sepak bola Indonesia. Meski kembali kebobolan dari Teerasil Dangda, secara keseluruhan penampilanya cukup meyakinkan. Mental bertanding Meiga juga makin hari makin membaik. Hal itu juga diimbangi dengan penampilannya yang mengalami kemajuan meski awalnya sempat diragukan.

Tiga peluang Thailand bisa dimentahkan kiper Arema Cronus ini. Tekanan berat di Rajamangala akan menjadi ujian bagi Meiga. Namun, Meiga kadung panas di leg pertama dan di leg ini dirinya hanya butuh ketenangan untuk menahan semua laju bola yang mengarah ke gawangnya.

Bek Kanan: Benny Wahyudi
Melihat penampilan Benny Wahyudi di leg pertama final Piala AFF, ia terlihat cukup riskan jika diharuskan bertahan dan menyerang. Tapi, Benny punya penampilan apik di babak kedua dengan banyak melakukan tusukan ke pertahanan Thailand.

Hal yang perlu dibenahi adalah cara bertahan Benny yang tidak tenang jika mendapat tekanan bertubi dari Thailand. Benny kerap tertinggal dari pemain Thailand baik dari kecepatan atau dari permainan tik tak dari kaki ke kaki. Meski demikian, Benny punya stamina yang bsgud untuk bermain penuh 90 menit. Staminanya itulah yang membuat Benny selalu dipercaya Alfred Riedl.

Bek Tengah: Hansamu Yama Pranata
Label ‘From Zero to Hero’ layak disematkan kepada Hansamu Yama Pranata. Sempat mendapat sorotan karena mencederai Irfan Bachdim, kini ia mendapat sorotan yang positif, setelah kepercayaan dari Alfred Riedl dibayarnya dengan penampilan luar biasa. Sejak pertandingan semifinal melawan Vietnam, Hansamu menunjukkan kelasnya sebagai bek tengah papan atas.

Dalam pertandingan leg kedua nanti, Hansamu ditunutut untuk fokus dalam bertahan. Riedl tampaknya akan memainkan permainan bertahan guna menjaga kemenangan pada leg pertama. Tapi, Hansamu juga bisa diandalkan untuk mencetak gol memanfaatkan dari bola mati seperti sepak pojok. Hal itu menjadikan Hansamu senjata rahasia jika Indonesia menemui kebuntuan serangan.

Bek Tengah: Fachrudin Aryanto
Posisi Fachrudin Aryanto sangat vita di lini belakang. Pertahanan rapat dan solid ia tunjukkan pada leg pertama final Piala AFF di Stadion Pakansari. Fachrudin terlihat disiplin menjaga areanya dari serbuan pemain Thailand. Meski kadang salah komunikasi dengan Benny Wahyudi, tapi ia berhasil menutupnya dengan penjagaan yang baik pada Teerasil Dangda.

Sejauh ini duetnya dengan Hansamu dinilai sangat pas bagi lini belakang timnas Indonesia. Duet ini sudah terbukti ampuh menghadapi teror pendukung Vietnam di Hanoi. Duet ini hanya perlu menjaga konsentrasi, fokus, dan terus membangun komunikasi yang baik agar tak hilang fokus di menit-menit rawan.

Bek Kiri: Abduh Lestaluhu
Abduh Lestaluhu tak bermain istimewa saat di leg pertama. Tapi, Abduh bermain disiplin dalam menaha gempuran pemain Thailand, terutama sayap kanan Tristan Do. Ketenangan Abduh plus ‘kejahilannya’ membuat Thailand selalu mentok jika ingin merusak sisi kiri pertahanan Indonesia.
Menjalankan tugas dengan baik di leg pertama, Abduh kini dintuntut untuk bisa mengulanginya lagi di Rajamangala. Konsentrasi penuh harus kembali dijalankan pemain PS TNI ini. Sudah tidak ada lagi jalan kaki atau mengantuk di leg kedua, sebab Thailand diyakini bakal bermain menyerang sejak wasit meniup peluit kick off.

Gelandang Bertahan: Manahati Lestusen
Menahan gempuran pemain Thailand adalah tugas Manahati. Tugas itu ia jalankan cukup baik pada leg pertama. Stamina yang tak pernah habis sepanjang pertandingan diikuti kemampuannya membaca permainan lawan menjadi fitur utama dalam permainannya. Di leg kedua, Manahati harus membangun komunikasi yang baik lagi dengan Bayu Pradana. Bermain di Rajamangala bukan perkara yang mudah, apalagi buat seorang pemain muda sepertinya. Namun, seperti yang sudah-sudah, penggawa PS TNI ini seharusnya mampu menjalankan instruksi Riedl dengan baik. Untuk menang dan juara, Indonesia memang butuh Manahati.

Gelandang Bertahan: Bayu Pradana
Pemain ini adalah kunci kemenangan sesungguhnya Indonesia. Indonesia tak butuh 100 pemain dengan karakter seperti Cristiano Ronaldo untuk bisa juara, asalkan ada seorang Bayu Pradana, yang kini memiliki peran penting di timnas. Kemampuannya sebagai pemain ‘perusak’ membuat permainan Vietnam dan Thailand di fase gugur menjadi tak tentu arah.

Hitung saja pelanggaran yang dilakukan Bayu Pradana saat melawan Negeri Gajah Putih di leg pertama. Makin banyak pelanggaran kecil, makin rusak pula organisasi permainan Thailand. Di leg kedua, Bayu hanya perlu mempertahankan ‘kenakalannya’ di lapangan tengah Indonesia.
Gelandang Serang: Stefano Lilipaly

Stefano memang tak terlalu mencolok di leg pertama melawan Thailand, tapi Fano sempat memberikan umpan-umpan pendek sebagai fondasi serangan Indoensia. Lebih dari itu, Fano pun sudah terbiasa dengan pola permainan Riedl yang fleksibel saat menyerang dan bertahan. Dalam memainkan peran bertahan, Fano menggantungkan posisinya pada setengah lapangan saja. Dengan demikian, ia akan cepat bergerak ke depan saat terjadinya serangan balik. Skema itu harus berjalan dengan baik di leg kedua. Tugasnya tidak enteng, karena ia harus bisa melepaskan diri dari pemain bertahan Thailand yang mulai mengunci pergerakan dirinya.

Gelandang Kiri: Rizky Pora
Kartu truf, kartu ajaib, atau senjata andalan. Apalah itu, Rizky Pora diharapkan bisa mengulang performa gilang gemilangnya saat berhadapan dengan Thailand di leg pertama. Tentu saja ledakan-ledakannya dari sisi kiri bisa berimbas dengan gol yang tercipta di Rajamangala nanti.
Pora juga sangat diharapkan bisa kembali merusak sisi kanan pertahana Thailand. Umpan lambungnya yang menusuk ke jantung pertahanan Thailand, diharapkan keluar dan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh barisan penyerang Indonesia. Jika itu terjadi, Pora benar-benar jadi senjata rahasia Indonesia.

Gelandang Kanan: Zulham Zamrun
Tugas penggawa Persib Bandung ini cukup berat dengan menggantikan pos Andik Vermansah yang cedera. Dalam laga terakhir, Zulham memang bermain kurang maksimal. Namun tak ada pilihan lain bagi Alfred Riedl dengan memasukan Zulham ketimbang Bayu Gatra. Pilihan tersebut mengacu pada pengalaman Zulham yang sudah cukup matang bersama timnas ketimbang Bayu Gatra. Tinggal berhadap saja Zulham memberikan kemampuan terbaiknya di leg kedua nanti, sehingga Indonesia bisa membangun organisasi serangan yang apik di Rajamangala.

Penyerang: Boaz Solossa
Boaz adalah kapten. Kehadirannya menjadi pembeda bagi timnas, terutama di Piala AFF ini. Boaz yang di laga leg pertama tak mencetak gol, diharapkan bisa berbuat lebih di leg kedua nanti. Ini merupakan ajang terbaik Boaz untuk mempersembahkan gelar juara bersama Skuat Merah-Putih.
Di leg kedua nanti Boaz cukup bermain simpel, kuat dalam serangan balik, dan bisa mengirim umpan plus mencetak gol ke gawang Thailand. Faktor pengalaman juga berpengaruh di laga penting ini. Boaz akan menjadi pemimpin tim ini sekaligus membawa harapan besar masyarakat Indonesia.

Formasi 4-2-3-1
Tidak ada perubahan berarti dari formasi Alfred Riedl. Sudah bukan waktunya mengganti pakem yang sudah terbentuk dan terbukti sukses. 4-2-3-1 menjadi pakem andalan Riedl di leg kedua nanti. Keseimbangan bertahan dan menyerang menjadi inti dari permainan Riedl, meski bertahan adalah tujuan utamanya.

Indonesia bisa mencuri setidaknya satu gol dan bermain fokus untuk menjaga pertahanan. Taktik tersebut sudah terbukti melawan Vietnam dan Thailand di Pakansari. Pasukan Riedl punya potensi mengulanginya lagi untuk merebut gelar juara.

Sumber: FourFourTwo
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Mantan bek timnas Indonesia, Muhammad Nasuha, menilai Boaz Solossa dan kawan-kawan akan tampil habis-habisan pada leg kedua final Piala AFF 2016 akhir pekan ini. Saat ini di babak final Piala AFF 2016, timnas Indonesia sudah unggul agregat 2-1 atas Thailand berkat kemenangan pada laga leg pertama yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Rabu (14/12). Selanjutnya timnas Indonesia berjuang di kandang Thailand, Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12).

Pastinya, timnas Indonesia harus berjuang mempertahankan keunggulan agregat atas Thailand demi memenangkan trofi Piala AFF 2016.

Nasuha menilai pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl harus memperkuat lini tengah dan mengandalkan serangan balik dalam laga di Bangkok akhir pekan ini.

Nasuha pun memuji performa skuat timnas Indonesia yang tampil dengan sumber daya terbatas karena pembatasan maksimal dua pemain dari satu klub. Di samping itu, skuat Merah Putih pun memiliki waktu relatif lebih singkat untuk mengikuti ajang Piala AFF 2016 dibandingkan peserta lainnya.

Mencapai partai final Piala AFF disebut Nasuha sebagai prestasi yang luar biasa. Apalagi hasil itu diperoleh setelah penantian panjang enam tahun sejak terakhir kali bermain di babak final Piala AFF pada 2010 silam. 

"Ini prestasi luar biasa dengan waktu persiapan yang singkat dan kurang, pemain yang terbatas Timnas Indonesia bisa lolos ke final," kata Nasuha melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/12). 

Nasuha juga memuji perpaduan pemain senior dan junior yang dipilih Riedl untuk mengisi skuat pemainnya kali ini. Tak hanya untuk Piala AFF 2016, Nasuha menilai kombinasi ini bagus demi regenerasi pemain untuk masa depan timnas Indonesia.

Nasuha berharap para pemain timnas Indonesia tidak hilang fokus saat bermain di Rajamangala. Tentu saja, hal itu perlu dilakoni demi mendapatkan Piala AFF. Sekaligus mematahkan catatan Indonesia yang belum sekalipun meraih piala meski telah berlaga di final sebanyak empat kali.

Kali terakhir skuat Garuda berjuang di babak final adalah pada 2010 silam. Saat itu, Nasuha dkk berjuang melawan Malaysia di babak final.

Dalam perburuan Timnas Garuda meraih gelar perdana Piala AFF, para pemain diyakini mantan pemain berusia 32 tahun ini bakal habis-habisan. Seperti layaknya yang ia rasakan kala membela Indonesia di final Piala AFF 2010. 

Kala itu, Nasuha dkk gagal meraih juara lantaran kalah agregat gol di babak final dari Malaysia. Pria kelahiran Serang, Banten, itu pun berharap Boaz dkk tak akan mengulang nasib serupa timnas yang ia perkuat pada 2010 silam.

"Walaupun lawannya kuat, tapi di sepak bola tidak ada yang mustahil. Apalagi kita punya bekal kemenangan (2-1) di kandang, jadi menurut saya tidak akan terlalu berat. Thailand pun tidak akan mudah untuk mengalahkan kita meski di kandangnya," jelasnya. 

"Pemain bakal main habis-habisan. Semangat main di final itu bisa tiga kali lipat dari sebelumnya. Meski banyak tekanan, pemain pastinya tidak akan menyerah begitu saja," pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Presiden Joko Widodo berjanji akan memberikan apresiasi berupa bonus jika tim nasional Indonesia menjuarai Piala AFF 2016. Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mengatakan hal tersebut. Karena selangkah lagi Indonesia siap menjadi juara setelah mengalahkan Thailand 2-1 pada laga final leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor.

Selanjutnya, pada leg kedua, Indonesia akan bertandang ke Stadion Raja Manggala di Bangkok, pada Sabtu (17/12/2016). Namun, Pramono enggan mengungkapkan bonus apa yang akan diberikan.

"Ya, nanti secara langsung biar bapak Presiden yang menyampaikan," kata Pramono di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Pramono menegaskan, bonus hanya diberikan apabila timnas meraih juara, bukan runner-up. Dengan begitu, Tim Garuda harus berjuang untuk meraih kemenangan saat melawat Thailand.

"Syaratnya menang, masa kalah," kata dia.

Pramono mengaku optimististis Indonesia bisa meraih gelar juara pada Piala AFF kali ini. Sebab, Indonesia sudah mempunyai modal dengan mengalahkan Vietnam 2-1 pada leg pertama.

"Kita mengharapkan setelah lima kali masuk final AFF (dan selalu kalah), ini menjadi final yang memberikan kebahagiaan bagi kita semua," ucap Pramono.

Pramono menambahkan, Presiden akan menyaksikan pertandingan final Piala AFF leg kedua dari Jakarta.

Meski demikian, Jokowi sudah mengutus sejumlah jajarannya, mulai dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hingga Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk hadir langsung di Stadion Raja Manggala, Bangkok.

Sumber: Kompas
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik sudah menjadi langganan setiap tahunnya. Kendati demikian, belum semua wilayah yang berbatasan dengan Bengawan Solo di Gresik dibangun tanggul, seperti di beberapa daerah lain. Padahal, keberadaan tanggul terbukti mampu mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo.

“Di beberapa titik di Kecamatan Dukun, Gresik sudah dibangun tanggul, tapi tidak tahu kenapa kok proyek itu tidak berlanjut ke daerah-daerah lain yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo,” ujar Soleh, seorang warga di Kecamatan Bungah. “Kalau ada tanggul, tentunya banjir tidak sampai separah seperti sekarang ini. Ketika air Bengawan Solo meluap sedikit saja, langsung meluber ke perkampungan warga dan berbagai area pertanian,” sambungnya.

Wilayah Gresik Utara yang dilintasi Bengawan Solo terhitung panjanganya mencapai sekitara 25 meter. Itu termasuk wilayah Kecamatan Dukun, Bungah, hingga Kecamatan Ujungpangkah. Hampir setiap tahun, terutama saat musim hujan, warga harus terbiasa dengan luapan air yang menggenangi perkampungan mereka lantaran belum ada tanggul. Desakan agar pembangunan tanggul di Gresik segera dituntaskan juga muncul dari Pemkab Gresik.

Bupati Sambari Halim Radianto juga mengaku terus mendesak pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk segera menuntaskan tanggul di Gresik. “Gresik masuk daerah aliran sungai Bengawan Solo. Dan kami terus berkoordinasi dengan BBWS selaku pengelola Bengawan Solo, agar segera menuntaskan tanggulnya,” ungkap Bupati Sambari.

Menurut dia, untuk mengatasi banjir yang sering terjadi seperti sekarang ini, yang paling mendesak adalah pembangunan tanggul di sepanjang Bengawan Solo. Untuk Gresik, pihaknya meminta agar proyek tanggul yang sudah segera diselesaikan.

“Sampai saat ini tanggul yang terbangun baru sekitar 25 persen dari total tanggul yang direncanakan. Yang sudah terbangun adalah tanggul di Desa Karang Cangkring dan Sekar Gading, itupun cuma parsial,” lanjut Sambari.

Hal senada disampaikan kalangan DPRD Gresik. Dewan juga mendesak agar tanggul di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo di Gresik secepatnya dituntaskan. “Ini harus disegerakan. Supaya warga tidak menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan,” kata Ketua Komisi C DPRD Gresik, M Syafi’Am.

Sampai sekarang, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Gresik masih belum surut. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Senin (5/12/2016), terpantau ada 11 Desa di Kecamatan Dukun dan 12 Desa di Kecamatan Bungah yang terendam banjir. Puluhan rumah, jalan desa, dan area pertanian di sana masih kebanjiran sejak air meluber, Minggu (27/11/2016) lalu. Dan selain dua Kecamatan tersebut, Banjir juga menggenangi Desa Pangkah Kulon di Kecamatan Ujung Pangkah, dan Desa Randuboto di Kecamatan Sidayu.

Sumber: Surya
Berita, Event, Bisnis, Olahraga, Politik, Pendidikan, Teknologi terkini seputar Jawa Timur daerah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik

Jatimevent.com - Warga Kecamatan Driyorejo, unjuk rasa PT Miwon Indonesia Tbk menuntut warga sekitar perusahaan dipekerjakan. Mereka bahkan meminta 50 persen warga setempat pekerjanya. Warga menganggap selama ini PT Miwon masih kurang menyerap tenaga kerja dari warga sekitar.

Demo dilakukan di depan perusahaan dengan membawa mobil pikap untuk sound sistem. "Warga meminta agar perusahaan PT Miwon mengambil tenaga kerja dari warga sekitar perusahaan. Warga sudah banyak yang lulus SMA dan perguruan tinggi. Mereka bisa dilatih dengan keterampilan yang diperlukan pabrik," kata Aris Gunawan, warga Kecamatan Driyorejo, yang mendampingi warga, Senin (5/12/2016).

Akhirnya itu akhirnya disetujui perusahaan PT Miwon. "Pihak perusahan menyetujui atas tuntutan warga dan kesepakatan ditandatangani pihak perusahaan dengan pengurus desa yang diwakili Kepala Desa dan pengurus RT dan RW Dusun Karangloh," imbuhnya.