Guna menghadapi peredaran beras memiliki bahan plastik atau sintesis, Pemkab Bangkalan membuat tim inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bancaran, Jumat (22/5/2015).
Tim pemkab itu terbagi dalam Asisten Ekonomi serta Kesra, Dinas Perindustrian serta Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Pertanian serta Peternakan (Dispertanak), Kantor Pengelolaan Pasar, Satpol PP serta Kodim 0829 Bangkalan.
"Menindaklanjuti keluhan orang-orang lantaran Indonesia terindikasi dimasuki beras sintetis. Ke depan kami bakal sosialisasikan supaya beberapa pedagang tak jual," ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Bangkalna Ir Puguh Santoso.
Dua tempat yang jadikan tujuan sidak yaitu Pasar/Kelurahan Bancaran serta Pasar Ki Lemah Duwur (KLD), Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Mlajah. "Dari dua pasar itu, kami tak temukan beras sintetis. Namun kami terus atensi di jalur-jalur atau pintu masuk pendistribusian beras untuk antisipasi," tandasnya.
Penjual beras di Pasar Bancaran Hj Azizah (45), warga setempat menyebutkan, dianya tak jual beras sintetis seperti yang di beritakan di tv.
"Saya sudah mengetahui. Namun saya cuma jual tiga jenis beras, Beras Empu Rp 10.500 per kg (kg), Beras Paus Rp 9.500 per kg, serta Beras Pandan Rp 11.500 per kg," tuturnya.
Menurut dia, info masuknya beras sintetis ke Indonesia tak memengaruhi ketertarikan beberapa konsumen pada beras." Ya tidaklah. Wong beras adalah keperluan pokok," ujarnya.


Post A Comment:
0 comments: