Sisa 3 Orang Bacawali Surabaya dari Partai Gerindra
Tiga bakal calon wali kota Surabaya yang gagasannya pergi dari Partai Gerindra mengundurkan diri. Saat ini calon wali kota dari partai ini juga tinggal tiga orang. Yaitu Bambang Kusudiarjo, Dhimam Abror, serta Sukoto.

Sedang dr Benjamin, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa timur, yang pada awal mulanya sudah mengambil formulir pendaftaran cawali tak datang dalam acara Rakercabsus.

Beberapa waktu kemudian, Wira Lina, Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa timur yang juga sudah mengambil formulir pilih untuk mundur. Wanita yang juga Ketua PARFI Jawa timur ini berdalih tidak memperoleh restu keluarga. Satu lagi nama Alan Surya Widjaja yang pada awal mulanya mengambil formulir cawali lewat Gerindra ini mundur. Alan mundur teratur lantaran argumen umur yang masih tetap 23 tahun. Regulasi KPU, minimum umur calon kepala daerah 25 tahun.

Keadaan mundurnya akan cawali dari Partai Gerindra itu tampak waktu partai pemenang ke-2 Pileg di Surabaya ini mengadakan Rakercabsus di Hotel Santika Gubeng Surabaya, Minggu (7/6/2915). Rakercabsus ini yaitu mekanisme partai untuk mencari cawali serta wakilnya untuk dibawa ke DPP Gerindra.

Terkecuali tersisa tiga cawali, partai ini dapat sukses menjaring tiga cawawali. Mereka yaitu Sutjipto Joe Angga, Antony Bachtiar, serta Basa Alim Tualeka.

"Mereka seluruhnya mengemukakan visi misinya dihadapan PAC. PAC-lah pemberi peringkat calon. Rangking calon bakal dibawa ke DPD serta dinilai DPP," kata Ketua Tim Penjaringan DPC Gerindra Surabaya, AH Thony.

Dalam Rakercabsus Gerindra itu, tiap-tiap cawali serta cawawali memperoleh saat seputar 15 menit. Ada lima pertanyaan yang diserahkan DPC Gerindra Surabaya untuk tiap-tiap calon. Salah satunya, kenapa maju lewat Gerindra. Lalu apa yang bakal dilakukan untuk Surabaya. Kemudian, bagaimanakah sosok pemimpin yang cocok untuk Surabaya dipandang dari sudut pandang partai.

Disamping itu, tampilnya Basa Alim Tualeka juga sebagai cawawali jadi pusat perhatian waktu menyinggung masalah Tri Rismaharini. "Harus saya akui bahwa Risma berhasil, intinya dalam 5 tahun ini. Tetapi Risma sudah tidak layak untuk jadi wali kota," tuturnya.

Surabaya untuk Risma dinilai terlampau kecil. Karena, Risma tidak cuma punya Surabaya. Bahkan juga duniapun mengakuinya. "Jokowi mesti menarik Risma ke pusat supaya ada kader lain yang nampak. Mungkin saja Risma tidak maju lantaran disipakan jadi petinggi di pusat," kata Basa yang mendapat aplaus.

Disamping itu, Dhimam Abror menyebutkan bahwa PAC yaitu ujung tombak partai. Abror tidak silau dengan elektabilitas Wali Kota Surabaya Risma sekarang ini. Dijelaskan, elektabilitas Risma sekarang ini sekitar 70%.

"Kemenangan dalam pertarungan Pilwali tak ada yang pasti. Seluruhnya dapat beralih lantaran karakter politik itu dinamis. Tak ada yg tidak mungkin saja dalam politik. Lewat Partai Gerindra, saya bakal bangun koalisi partai besar tanpa ada melibatkan PDIP,” kata Abror.

Lalu Sukoto menyatakan pihaknya mau warga Surabaya tahu apa yang bakal dilakukan. Intinya di tingkatan RW. "Bakal kami alokasi dana per tahun untuk tiap-tiap RW Rp 500 juta. Di Surabaya terbagi dalam 1400 RW hingga keseluruhan Rp 700 miliar. Ini baru 10% dari APBD Surabaya," kata Sukoto.
Axact

Jatim Event

Jatimevent.com adalah Sebuah Media Social dan Event yang bertujuan untuk Berbagi. Kami berkomitmen untuk memberikan konten yang terbaik dari seluruh jejaring sosial dan blog, khususnya seputar wilayah Jawa Timur kemudian mengirimkannya ke pengguna kami. Semua konten kami berasal dari masyarakat, media sosial dan blogger yang telah diposting atau diserahkan kepada Jatimevent.com

Post A Comment:

0 comments: