Beberapa ratus orang dari Kecamatan Puger mengadakan demonstrasi ke Kantor Pemkab serta DPRD Jember, Senin (8/6/2015). Mereka yang beberapa besar bekerja sebagai nelayan itu mendemo pembangunan break-water atau pemecah ombak di Plawangan, Puger.
Bayu, salah satu nelayan yang berdemo, dalam orasinya mengemukakan bila pembangunan break-water itu semakin menyusahkan warga. "Pada akhirnya mengakibatkan pendangkalan di sekitar Plawangan. Serta dalam empat bulan terakhir 115 perahu jadi korban serta tiga orang meninggal dunia," tutur Bayu.
Menurut dia perahu yang karam dapat tergantikan. "Tetapi nyawa, nyawa saudara kami yang tidak dapat ditukar," tegasnya. Karenanya, nelayan meminta pemerintah memotong break-water serta mengeruk pendangkalan di lokasi itu.
Plawangan adalah jalur keluar masuk perahu dari muara ke laut lepas. Ditempat tersebut kerap berlangsung kecelakaan laut yang mengakibatkan perahu terbalik, pecah, bahkan juga sampai menelan korban jiwa.
Bayu, salah satu nelayan yang berdemo, dalam orasinya mengemukakan bila pembangunan break-water itu semakin menyusahkan warga. "Pada akhirnya mengakibatkan pendangkalan di sekitar Plawangan. Serta dalam empat bulan terakhir 115 perahu jadi korban serta tiga orang meninggal dunia," tutur Bayu.
Menurut dia perahu yang karam dapat tergantikan. "Tetapi nyawa, nyawa saudara kami yang tidak dapat ditukar," tegasnya. Karenanya, nelayan meminta pemerintah memotong break-water serta mengeruk pendangkalan di lokasi itu.
Plawangan adalah jalur keluar masuk perahu dari muara ke laut lepas. Ditempat tersebut kerap berlangsung kecelakaan laut yang mengakibatkan perahu terbalik, pecah, bahkan juga sampai menelan korban jiwa.

https://www.youtube.com/watch?v=VE1dMSl04tY
ReplyDeleteitu videonya
ReplyDelete